Thursday, January 22, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMeriahnya Semarak Budaya Indonesia 2016 Hari Kedua

Meriahnya Semarak Budaya Indonesia 2016 Hari Kedua

Published on

- Advertisement -spot_img

MERIAHNYA SEMARAK BUDAYA INDONESIA 2016 HARI KEDUA

 

Soloevent.id – Kemeriahan Semarak Budaya Indonesia 2016 terus berlanjut di malam kedua. Di hari penutup, Sabtu (30/7/2016), ada 18 pertunjukan tari yang disuguhkan kepada penonton. Repertoar-repertoar tersebut disajikan oleh 6 sanggar tari asal Solo, Wonogiri, dan Yogyakarta.

Saat Soloevent tiba di Teater Terbuka Taman Balekambang, Sanggar Kinarya Soerya Soemirat sedang mementaskan Tari Indonesia Jaya. Di judul ini, sanggar asal Pura Mangkunegaran Surakarta itu menggambarkan keanekaragaman tari yang ada di Indonesia. Gerakan tari khas Minang, Betawi, Bali, Saman, dan Jawa dibawakan penuh semangat.

Tari Welcome to Indonesia jadi judul kedua yang dibawakan. Mengenakan kostum yang bernuansa kabaret, para penari tampil mengiringi seorang penyanyi pria yang mempersembahkan lagu “Welcome to Indonesia”.

Senada dengan Kinarya Soerya Soemirat, anekaragam budaya di Indonesia juga dimunculkan oleh Sanggar Seni Krida Budaya lewat Tari Nusantara. Di bagian awal, penari-penari muda yang berkostum perempuan Jawa mengeksplorasi kain batik. Langkah mereka kemudian disambung oleh penari Legong Bali, penari Saman, tarian bernafas Sunda, dan ditutup oleh tarian energik Papua. Sebagai lambang persatuan, para penari menari bersama-sama.

Dari seluruh penampil, Tari Tembang Padang Bulan yang disuguhkan Sanggar Metta Budaya sepertinya paling sukses mencuri perhatian penonton. Polah tingkah lucu bocah-bocah yang bermain permainan tradisional Nini Thowong berhasil membuat sebagian besar penonton menyunggingkan senyum. Mereka seakan turut terbawa suasana ceria yang ditampilkan anak-anak itu.

Semarak Budaya Indonesia 2016 memang telah usai. Namun, semangat berkarya dari masing-masing sanggar yang terlibat harus tetap dijaga. Ketua Panitia Semarak Budaya Indonesia 2016, Pandan Wangi, berharap agar dari ajang ini sanggar-sanggar itu bisa dilihat dan dinikmati oleh masyarakat. “Tujuan dari event ini adalah membangun ruang apresiasi sekaligus aktualisasi sanggar-sanggar seni,” paparnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...