Thursday, February 26, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaFestival Wayang Bocah 2014 Angkat Tema Wayang Orang Sriwedari

Festival Wayang Bocah 2014 Angkat Tema Wayang Orang Sriwedari

Published on

- Advertisement -spot_img

FESTIVAL-WAYANG-BOCAH-2014-ANGKAT-TEMA-WAYANG-ORANG-SRIWEDARI

Pada Rabu-Kamis (13-14/8/2014), dari pagi hingga siang, Gedung Wayang Orang Sriwedari dipadati oleh penonton. Bersama gurunya,  siswa-siswi dari sejumlah SD-SMP di Kota Solo tersebut, bersama-sama menyaksikan penampilan teman-teman sepantaran mereka yang tergabung di beberapa sanggar, dalam Festival Wayang Bocah 2014.

Ya, festival yang telah menginjak usia kesembilan ini, kembali digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Di tahun ini, ada sembilan peserta yang turut berpartisipasi. Mereka adalah Sanggar Meta Budaya, Sanggar Tari Soerya Soemirat GPH Herwasto Kusumo, Sanggar Sono Puspa Budaya, Sanggar Sarwi Retno Budaya, Sanggar Eka Santi Budaya, Sanggar Krida Budaya, Sanggar Galuh Art, Sanggar Kusuma Aji (Klaten), dan Sanggar Sarotama (Karanganyar). Satu sanggar dari Wonogiri yang sedianya turut tampil, mengundurkan diri. Sedangkan Kelompok Senjasri didapuk sebagai penampil hiburan di akhir acara.

Menurut salah seorang panitia Festival Wayang Bocah 2014, Sungkono, menerangkan bahwa setiap peserta wajib membawakan penampilannya dengan gaya Wayang Orang Sriwedari. “Ciri khas Wayang Orang Sriwedari kan ada dalangnya, ada keprak-nya, ada duk-dukan-nya,” jelas Sungkono

Tema Wayang Orang Sriwedari sengaja diangkat sebagai jawaban dan ajang promosi kepada masyarakat bahwa salah satu kesenian tradisional itu masih ada hingga kini. “Harapannya ben  Wayang Wong Sriwedari yang selama ini dianggap di antara mati dan tidak, ternyata masih aktif, masih eksis,” ungkapnya.

Selain hal tersebut, dengan diadakannya festival ini diharapkan mampu memunculkan bibit-bibit baru yang kelak akan menjadi generasi penerus wayang orang. Di samping itu, ajang ini menjadi pembelajaran bagi anak-anak muda untuk nguri-uri budaya Jawi.

 “Dengan adanya Wayang Bocah mudah-mudahan akan membuka [peluang] kepada anak-anak untuk ikut handarbeni budaya Jawa yang lebih luhung, terutama wayang orang,” tutur Sungkono, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo ini.

Di tahun depan pelaksanaannya, Sungkono berharap para peserta luar kota Kota Solo bisa turut tampil. “Harapan kami di 2015, peserta dari enam kabupaten [di eks-Karisidenan Surakarta] harus ikut semua.”

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Aston Solo Hotel Hadirkan Pengalaman Iftar Dunia dengan Sentuhan ASEAN

Soloevent.id - Dalam menyambut bulan suci ramadhan, Aston Solo Hotel resmi memperkenalkan rangkaian program...

Rayakan Hari Pers Nasional, Monumen Pers Solo Pamerkan 101 Koleksi Iklan Ikonik.

Soloevent.id - Monumen Pers Nasional Solo menggelar pameran bertajuk Warta Pariwara yang menampilkan koleksi...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Ratusan Menu Nusantara di Iftar All You Can Eat Buffet

Soloevent.id - Menyambut bulan suci Ramadhan, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman berbuka...

More like this

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kota Solo, Masyarakat Umum Ikut Kenakan Busana Adat Jawa

Soloevent.id - Ribuan peserta memadati Stadion Sriwedari untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun...

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...