Wednesday, September 9, 2026
HomeSeni dan BudayaMeriahnya Semarak Budaya Indonesia 2016 Hari Kedua

Meriahnya Semarak Budaya Indonesia 2016 Hari Kedua

Published on

- Advertisement -spot_img

MERIAHNYA SEMARAK BUDAYA INDONESIA 2016 HARI KEDUA

 

Soloevent.id – Kemeriahan Semarak Budaya Indonesia 2016 terus berlanjut di malam kedua. Di hari penutup, Sabtu (30/7/2016), ada 18 pertunjukan tari yang disuguhkan kepada penonton. Repertoar-repertoar tersebut disajikan oleh 6 sanggar tari asal Solo, Wonogiri, dan Yogyakarta.

Saat Soloevent tiba di Teater Terbuka Taman Balekambang, Sanggar Kinarya Soerya Soemirat sedang mementaskan Tari Indonesia Jaya. Di judul ini, sanggar asal Pura Mangkunegaran Surakarta itu menggambarkan keanekaragaman tari yang ada di Indonesia. Gerakan tari khas Minang, Betawi, Bali, Saman, dan Jawa dibawakan penuh semangat.

Tari Welcome to Indonesia jadi judul kedua yang dibawakan. Mengenakan kostum yang bernuansa kabaret, para penari tampil mengiringi seorang penyanyi pria yang mempersembahkan lagu “Welcome to Indonesia”.

Senada dengan Kinarya Soerya Soemirat, anekaragam budaya di Indonesia juga dimunculkan oleh Sanggar Seni Krida Budaya lewat Tari Nusantara. Di bagian awal, penari-penari muda yang berkostum perempuan Jawa mengeksplorasi kain batik. Langkah mereka kemudian disambung oleh penari Legong Bali, penari Saman, tarian bernafas Sunda, dan ditutup oleh tarian energik Papua. Sebagai lambang persatuan, para penari menari bersama-sama.

Dari seluruh penampil, Tari Tembang Padang Bulan yang disuguhkan Sanggar Metta Budaya sepertinya paling sukses mencuri perhatian penonton. Polah tingkah lucu bocah-bocah yang bermain permainan tradisional Nini Thowong berhasil membuat sebagian besar penonton menyunggingkan senyum. Mereka seakan turut terbawa suasana ceria yang ditampilkan anak-anak itu.

Semarak Budaya Indonesia 2016 memang telah usai. Namun, semangat berkarya dari masing-masing sanggar yang terlibat harus tetap dijaga. Ketua Panitia Semarak Budaya Indonesia 2016, Pandan Wangi, berharap agar dari ajang ini sanggar-sanggar itu bisa dilihat dan dinikmati oleh masyarakat. “Tujuan dari event ini adalah membangun ruang apresiasi sekaligus aktualisasi sanggar-sanggar seni,” paparnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Festival Payung Indonesia ke-13 di Taman Balekambang.

Soloevent.id - Festival Payung Indonesia (FESPIN) kembali digelar pada Jumat-Minggu (4-6/9/2026) di Taman Balekambang...

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

More like this

Kemeriahan Festival Payung Indonesia ke-13 di Taman Balekambang.

Soloevent.id - Festival Payung Indonesia (FESPIN) kembali digelar pada Jumat-Minggu (4-6/9/2026) di Taman Balekambang...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

Eksplorasi Peran Perempuan Keraton: Retno Sulistyorini Pentaskan KEPUTREN di TBJT

Soloevent.id - Retno Sulistyorini sukses menampilkan karya terbarunya yang berjudul KEPUTREN di Teater Arena...