Monday, October 19, 2026
HomeBisnisLuka Lama Belum Sembuh, Hotel Di Solo Kembali Menangis

Luka Lama Belum Sembuh, Hotel Di Solo Kembali Menangis

Published on

- Advertisement -spot_img

LUKA LAMA BELUM SEMBUH, HOTEL DI SOLO KEMBALI MENANGIS

Masih teringat di tahun 2015, instansi pemerintah diberikan larangan untuk mengadakan rapat di sebuah hotel. Kini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghimbau kembali instansi dibawahnya untuk hanya mengadakan sebuah event di hotel yang telah ditentukan.

Menurut Wakil Ketua BPC PHRI Surakarta sekaligus BPD PHRI Jawa Tengah, Purwanto Yudhonagoro, kata himbauan dalam birokrasi sudah termasuk sebuah instruksi aparat yang ada dibawahnya. Dan bila ini hanya dibiarkan maka akan terjadi monopoli dalam bisnis.

Surat Edaran yang dilayangkan oleh Sekretaris Daerah Asisten 3 Bidang Ekonomi dan Pembangunan ini diturunkan pada 9 Februari 2016. Surat Edaran tersebut bersikan tentang partisipasi atau himbauan untuk instansi dibawah pemerintah agar memanfaatkan hotel milik BUMD.

“Pemprov bukan Badan Layanan Umum disatuan kerja. Sehingga Pemprov tidak perlu mengurusi hal-hal tekhnis seperti ini yang berdampak melemahkan daya saing usaha khususnya hotel,” paparnya.

Turunnya Surat Edaran ini membuat beberapa hotel mengeluh karna banyaknya event yang dibatalkan oleh pihak penyelenggara. Salah satunya adalah Hotel Syariah yang mengalami kerugian 5 event di bulan Maret. “Hal ini tidaklah sesuai dengan keterbukaan persaingan yang sehat,” ulas Purwanto yang sekaligus General Manager Syariah Hotel Solo dalam jumpa persnya.

Atas hal ini, para pihak hotel di Solo telah berkoordinasi untuk melayangkan surat kepada BPD PHRI Jateng untuk melakukan evaluasi kembali. Karena menurut mereka akan lebih baik bila pemprov memberikan insentif bagi hotel yang berkontribusi pada daerahnya.

“Biarkan saja instansi dibawah pemerintah memilih hotel sesuai ekpektasi mereka. yang menurut mereka kooperatif dan sesuai kemauan. Walaupun sifatnya himbauan dan sah namun saya kurang sependapat. Karena hal ini akan menuai ketidakadilan. Tidak hanya di Solo, namun juga di Jawa Tengah,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...