Wednesday, April 8, 2026
spot_img
HomePameranKursi Nyleneh Ini Jadi Ikon Inrare 2015

Kursi Nyleneh Ini Jadi Ikon Inrare 2015

Published on

- Advertisement -spot_img

KURSI NYLENEH INI JADI IKON INRARE 2015

Mahasiswa Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menggelar pameran Inrare 2015. Sebanyak 90-an karya ditampilkan di Galeri Seni Rupa Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Jumat-Minggu (4-6/12/2015).

Karya-karya tersebut terdiri dari beragam jenis seperti furniture, mix media, maket, lukisan, dan lain-lain. “Pop Art” dipilih sebagai tema acara. Lazimnya pop art, karya visual itu dibentuk lebih kontemporer, yang dikombinasikan dengan beberapa warna.

Ketua Umum Inrare 2015, Ailzha Fabriani, menjelaskan “Pop Art” dipilih sebagai kelanjutan dari tema tahun lalu, “Industrial Urban”. “Karya-karya pop art bisa diaplikasikan lebih dari dua dimensi. Pop art juga lebih universal, sehingga bisa digabungkan dengan seni yang lain,” tuturnya saat ditemui Soloevent, Jumat (4/12/2015).

Wanita berkerudung itu menambahkan,  tema “Pop Art” dipilih untuk memacu kreativitas mahasiswa Desain Inerior. “Supaya karya teman-teman nggak melulu itu-itu saja,” ungkapnya.

Satu karya yang jadi ikon dalam event kali ini adalah kursi berbahan styrofoam yang mengalami dekonstruksi. Dudukan yang biasanya di atas, diletakkan di samping. “Ciri khas dari karya tersebut adanya sudut lancip yang menyempit,” jelas Ailzha.

KURSI NYLENEH INI JADI IKON INRARE 2015-2

Karya-karya yang ditampilkan di Inrare 2015 kebanyakan dibuat oleh mahasiswa Desain Interior UNS angkatan 2012-2015. Selain itu, Inrare 2015 juga menampilkan beberapa karya dosen serta mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Solo dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Salah satu pengunjung Inrare 2015, Abda Lucky Sanjaya, mengatakan masih ada ruang yang belum diisi. “Ada beberapa karya yang nggak sinkron dengan tema,” kata mahasiwa Seni Murni UNS itu.

Lain halnya dengan Arif Setyawan. Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS ini mengaku karya-karya yang disajikan lumayan bagus. “Sebagai seorang yang awam sih cukup bagus. Ada satu lukisan  yang saya suka, judulnya ‘Pohon Kehidupan’,” ungkapnya kepada Soloevent.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...

More like this

Pameran Jateng Travel Fair 2025 Digelar di Solo Paragon Mall, Hadirkan Pesona Wisata Jawa Tengah

Soloevent.id - Pameran Jateng Travel Fair 2025 digelar di Solo Paragon Mall, Jumat-Minggu (24-26/10/2025)....

Semarakkan HUT RI Ke-80, Ada Pameran Alutsista di Benteng Vastenburg Solo

Soloevent.id - Dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-80, Korem 074 Warastratama menggelar pameran alutsista...

Solo Anggrek Festival 2025 Tampilkan Pesona Anggrek Nusantara

Soloevent.id - Event Nasional Solo Anggrek Festival 2025 digelar untuk petama kalinya di Gedung...