Wednesday, September 23, 2026
HomePameranKursi Nyleneh Ini Jadi Ikon Inrare 2015

Kursi Nyleneh Ini Jadi Ikon Inrare 2015

Published on

- Advertisement -spot_img

KURSI NYLENEH INI JADI IKON INRARE 2015

Mahasiswa Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menggelar pameran Inrare 2015. Sebanyak 90-an karya ditampilkan di Galeri Seni Rupa Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Jumat-Minggu (4-6/12/2015).

Karya-karya tersebut terdiri dari beragam jenis seperti furniture, mix media, maket, lukisan, dan lain-lain. “Pop Art” dipilih sebagai tema acara. Lazimnya pop art, karya visual itu dibentuk lebih kontemporer, yang dikombinasikan dengan beberapa warna.

Ketua Umum Inrare 2015, Ailzha Fabriani, menjelaskan “Pop Art” dipilih sebagai kelanjutan dari tema tahun lalu, “Industrial Urban”. “Karya-karya pop art bisa diaplikasikan lebih dari dua dimensi. Pop art juga lebih universal, sehingga bisa digabungkan dengan seni yang lain,” tuturnya saat ditemui Soloevent, Jumat (4/12/2015).

Wanita berkerudung itu menambahkan,  tema “Pop Art” dipilih untuk memacu kreativitas mahasiswa Desain Inerior. “Supaya karya teman-teman nggak melulu itu-itu saja,” ungkapnya.

Satu karya yang jadi ikon dalam event kali ini adalah kursi berbahan styrofoam yang mengalami dekonstruksi. Dudukan yang biasanya di atas, diletakkan di samping. “Ciri khas dari karya tersebut adanya sudut lancip yang menyempit,” jelas Ailzha.

KURSI NYLENEH INI JADI IKON INRARE 2015-2

Karya-karya yang ditampilkan di Inrare 2015 kebanyakan dibuat oleh mahasiswa Desain Interior UNS angkatan 2012-2015. Selain itu, Inrare 2015 juga menampilkan beberapa karya dosen serta mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Solo dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Salah satu pengunjung Inrare 2015, Abda Lucky Sanjaya, mengatakan masih ada ruang yang belum diisi. “Ada beberapa karya yang nggak sinkron dengan tema,” kata mahasiwa Seni Murni UNS itu.

Lain halnya dengan Arif Setyawan. Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS ini mengaku karya-karya yang disajikan lumayan bagus. “Sebagai seorang yang awam sih cukup bagus. Ada satu lukisan  yang saya suka, judulnya ‘Pohon Kehidupan’,” ungkapnya kepada Soloevent.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...