Wednesday, September 2, 2026
HomeMusikSebuah Akhir Pekan Syahdu Bareng Efek Rumah Kaca

Sebuah Akhir Pekan Syahdu Bareng Efek Rumah Kaca

Published on

- Advertisement -spot_img

SEBUAH AKHIR PEKAN SYAHDU BARENG EFEK RUMAH KACA

Sebelum memulai aktivitas di Hari Senin, akhir pekan concert goers Kota Solo ditutup dengan syahdu oleh Efek Rumah Kaca. Yup, band asal Jakarta ini manggung lagi di Kota Bengawan dalam event Biofest 2015, Minggu (29/11/2015).

Ini adalah panggung perdana Efek Rumah Kaca di Kota Solo, pasca pulang kampungnya vokalis-gitaris Cholil Mahmud, dari studinya di Amerika Serikat. Otomatis, fans Efek Rumah Kaca enggak kepengen menyia-nyiakan momen tersebut. Di tiap lagu, mereka selalu nyanyi bareng dengan band idolanya.

“Debu-debu Beterbangan” jadi pembuka penampilan Cholil cs di Biofest 2015. Lagu yang berasal dari album perdana Efek Rumah Kaca ini digarap lebih dramatis daripada versi originalnya. Sehabis mendayu-dayu, Efek Rumah Kaca menghentak penonton dengan “Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa”. Yah, walaupun akustik ruang di GOR Manahan kurang begitu baik, tetapi atas nama romantisme, penonton seolah tak memedulikan itu.

Di jeda pergantian lagu, Cholil mengingat-ingat penampilannya di Kota Solo. “Kapan ya terakhir kali Efek Rumah Kaca main di sini?” tanya Cholil, yang langsung dijawab secara bersahutan oleh penggemarnya.

Malam itu, Efek Rumah Kaca memoles beberapa lagu – antara lain “Sebelah Mata” dan “Hujan Jangan Marah” – dengan sentuhan post-rock. Agak sedikit kelam, memang. Ya, hampir mirip sama Pandai Besi-lah, tapi dengan durasi normal.

Setlist yang dimainkan Efek Rumah kaca di Biofest 2015 cukup beragam. Beberapa lagu hits nggak ketinggalan buat disajikan. Nah, yang spesial adalah dibawakannya dua lagu baru, “Biru” dan “Putih”. Dua nomor berdurasi panjang yang bakalan masuk di album ketiga Efek Rumah Kaca itu, cukup menyita perhatian penonton. “Kalian bisa dengerin dan download dua lagu itu lewat Soundcloud kami,” jelas Cholil.

Total ada 14 lagu yang dinyanyikan Efek Rumah Kaca di event bertema “Alam Bisa Dikonserkan” itu.. Seperti biasanya, band yang dulu bernama Superego tersebut menutup repertoarnya dengan lagu melankolis, “Desember”.

Koor massal pun semakin keras, saat lirik terakhir “Desember” dinyanyikan. “Seperti pelangi, setia, menunggu hujan reda.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...