Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeMusikSebuah Akhir Pekan Syahdu Bareng Efek Rumah Kaca

Sebuah Akhir Pekan Syahdu Bareng Efek Rumah Kaca

Published on

- Advertisement -spot_img

SEBUAH AKHIR PEKAN SYAHDU BARENG EFEK RUMAH KACA

Sebelum memulai aktivitas di Hari Senin, akhir pekan concert goers Kota Solo ditutup dengan syahdu oleh Efek Rumah Kaca. Yup, band asal Jakarta ini manggung lagi di Kota Bengawan dalam event Biofest 2015, Minggu (29/11/2015).

Ini adalah panggung perdana Efek Rumah Kaca di Kota Solo, pasca pulang kampungnya vokalis-gitaris Cholil Mahmud, dari studinya di Amerika Serikat. Otomatis, fans Efek Rumah Kaca enggak kepengen menyia-nyiakan momen tersebut. Di tiap lagu, mereka selalu nyanyi bareng dengan band idolanya.

“Debu-debu Beterbangan” jadi pembuka penampilan Cholil cs di Biofest 2015. Lagu yang berasal dari album perdana Efek Rumah Kaca ini digarap lebih dramatis daripada versi originalnya. Sehabis mendayu-dayu, Efek Rumah Kaca menghentak penonton dengan “Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa”. Yah, walaupun akustik ruang di GOR Manahan kurang begitu baik, tetapi atas nama romantisme, penonton seolah tak memedulikan itu.

Di jeda pergantian lagu, Cholil mengingat-ingat penampilannya di Kota Solo. “Kapan ya terakhir kali Efek Rumah Kaca main di sini?” tanya Cholil, yang langsung dijawab secara bersahutan oleh penggemarnya.

Malam itu, Efek Rumah Kaca memoles beberapa lagu – antara lain “Sebelah Mata” dan “Hujan Jangan Marah” – dengan sentuhan post-rock. Agak sedikit kelam, memang. Ya, hampir mirip sama Pandai Besi-lah, tapi dengan durasi normal.

Setlist yang dimainkan Efek Rumah kaca di Biofest 2015 cukup beragam. Beberapa lagu hits nggak ketinggalan buat disajikan. Nah, yang spesial adalah dibawakannya dua lagu baru, “Biru” dan “Putih”. Dua nomor berdurasi panjang yang bakalan masuk di album ketiga Efek Rumah Kaca itu, cukup menyita perhatian penonton. “Kalian bisa dengerin dan download dua lagu itu lewat Soundcloud kami,” jelas Cholil.

Total ada 14 lagu yang dinyanyikan Efek Rumah Kaca di event bertema “Alam Bisa Dikonserkan” itu.. Seperti biasanya, band yang dulu bernama Superego tersebut menutup repertoarnya dengan lagu melankolis, “Desember”.

Koor massal pun semakin keras, saat lirik terakhir “Desember” dinyanyikan. “Seperti pelangi, setia, menunggu hujan reda.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...

Float hingga Efek Rumah Kaca Ramaikan Solo City Jazz ke-13 di Pamedan Pura Mangkunegaran

Soloevent.id - Solo City Jazz ke-13 kembali digelar pada 27 September 2025 dengan menghadirkan...

Solo City Jazz 2025 Hadirkan Musisi Local Pride Solo

Soloevent.id - Kota Solo tidak pernah sepi event seru setiap bulannya. Sabtu (27/9/2025) terdapat...