Saturday, June 27, 2026
HomeSeni dan BudayaJauh-Jauh Dari Sragen, Pengunjung Mengaku Pengin Foto Sama Payung

Jauh-Jauh Dari Sragen, Pengunjung Mengaku Pengin Foto Sama Payung

Published on

- Advertisement -spot_img

JAUH-JAUH DARI SRAGEN, PENGUNJUNG MENGAKU PENGIN FOTO SAMA PAYUNG

Taman Balekambang penuh warna. Gimana nggak, hutan kota itu selama tiga hari ini dihiasi payung berwarna cerah. Yap, soalnya event tahunan Festival Payung Indonesia sedang dihelat di sana, Jumat-Minggu (11-13/9/2015).

Payung-payung itu digantung di sepanjang jalan Taman Balekambang. Ada lagi yang dibentangkan di depan Gedung Kesenian Balekambang. Saat kamu jalan ke lapangannya, kamu bakalan menjumpai kerangka payung raksasa.

Karya-karya instalasi itu adalah ikon yang ditonjolkan dalam Festival Payung Indonesia 2015. Tahun lalu, festival yang digagas oleh Mataya Arts & Heritage itu hanya menampilkan payung-payung modern sebagai seni instalasi. 2015 ini, panitia menggantinya dengan payung klasik yang berbahan bambu.

Saking uniknya, banyak pengunjung yang menyempatkan diri buat foto-foto dengan latar belakang payung-payung itu. Rio salah satunya. Datang jauh-jauh dari Masaran, Sragen, ia mengaku kepengen foto sama instalasi payung itu. “Tahun kemarin, saya juga ke sini. Saya cuma pengen tahu payungnya. Soalnya payungnya unik,” katanya saat ditemui Soloevent, Jumat (11/9/2015).

Sama halnya dengan Yuni. Wanita asal Manado yang bekerja sebagai pegawai finance ini, datang bersama teman-temannya. “Saya udah tahu dari tahun kemarin, tapi baru sekarang main ke sini. Selain hiasan payung, saya suka sama pertunjukannya,” terang dia.

Selain instalasi payung, kamu juga bisa ikutan workshop dan nonton berbagai pertunjukan di Festival Payung Indonesia 2015, yang diadakan dari pagi hingga malam. Puncak acaranya, kamu bisa menyaksikan Karnaval Payung, yang diikuti oleh para peserta Festival Payung Indonesia 2015.

Ketua Panitia Festival Payung Indonesia 2015, Heru Prasetya, mengatakan  acara ini merupakan upaya untuk melestarikan kerajinan payung tradisional Indonesia, yang terancam punah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Atraksi Komunitas Solo Roller Blade, BMX dan Skateboard Meriahkan HUT Solo Car Free Day ke-16

Soloevent.id - Hari Ulang Tahun (HUT) Solo Car Free Day Solo Digelar Secara Meriah...

Gaya Hidup Sehat Modern : Intip Serunya Solo Wellness Tourism Expo 2026

Soloevent.id - Program studi D3 Pariwisata di Universitas Sebelas Maret (UNS) atau dikenal sebagai...

TEDxUNS 5.0 angkat Falsafah Jawa “Mulat Sarira” sebagai Salah Satu Temanya

TEDxUNS (Technology, Entertainment, Design x Universitas Sebelas Maret) 5.0 sukses diselenggarakan pada Sabtu, 13...

More like this

Gurihnya Jenang Suro Gratis di Pasar Triwindu, 500 Porsi Ludes!

Soloevent.id - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo menggelar tradisi unik bulan suro yaitu tradisi...

Solo Heritage Festival 2026 Hadirkan Panggung Awarding di Taman Balekambang Solo

Soloevent.id - Solo Heritage Festival 2026 kembali digelar pada Jumat-Minggu (12-14/6/2026) di Taman Balekambang...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...