Tuesday, March 10, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaEndang Caturwati: Spirit World Dance Day Jadi Media Ekspresi Masyarakat

Endang Caturwati: Spirit World Dance Day Jadi Media Ekspresi Masyarakat

Published on

- Advertisement -spot_img

PENUTUPAN SOLO 24 JAM MENARI_

 

Keempat penari yang menari 24 jam nonstop dalam Solo 24 Jam Menari (Anggono Kusumo [Solo], Stefanus Adi Prastiwa [Lubuk Linggau], Alfianto [Bandung], dan Abdurachem Jati [DKI Jakarta]) , akhirnya mengakhiri penampilannya tepat pada pukul 06.00 WIB di hari Kamis (29/4/2015). Di detik-detik akhir penutupan event yang di tahun ini menginjak edisi kesembilan tersebut, keempatnya menari beriringan dalam satu panggung.

Dalam closing ceremony itu, disampaikan pula orasi budaya yang dibacakan oleh Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Endang Caturwati.

Tari, menurut Endang, merupakan nafas yang bisa menggerakkan bangsa dan budaya. “Sajian ini menampilkan kelokalan yang dapat menumbuhkan karakter bangsa dan dapat mengangkat martabat manusia,” ucapnya di Teater Kapal Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Dalam orasinya itu, Endang memandang tari adalah salah satu media ekspresi masyarakat, dari segala elemen. Spirit yang dimunculkan di World Dance Day, diharapkan dapat menyebar ke seluruh kota besar dan desa-desa.

Tak lupa, Endang juga menyinggung peran tari dari sudut pandang kebutuhan hidup. Menurutnya, tari merupakan sarana potensial bagi seniman untuk berkarya sekaligus menyambung hidup. “Dari spirit World Dance Day pula, seniman dapat menghidupi seni itu sendiri. Sehingga bagi seniman tari ke depannya, dapat menjadi peluang bagi mereka untuk hidup dari seni tari,” jelasnya.

Salah satu penari 24 jam asal Bandung, Alfianto, mengusulkan di tahun depan agar ada pendanaan pemerintah kepada penyaji yang tampil di Solo 24 Jam Menari. “Mungkin bisa diusulkan kepada pemerintah terkait masalah pendanaan penyaji. Di event ini saya membawakan tiga buah karya tari tanpa dana produksi dari panitia. Padahal saya turut membawa pula kru dan delapan penari,” ungkapnya saat ditemui awak media.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Bubur Samin Jayengan: Tradisi Berbuka Puasa Paling Ikonik di Kota Solo

Soloevent.id - Di berbagai daerah di Indonesia, menjelang dan selama bulan Ramadhan banyak dihiasi...

Ngabuburit Estetik : Putra-Putri Solo 2025 Hidupkan Suasana Ramadhan di Masjid Sheikh Zayed.

Soloevent.id - Paguyuban Putra-Putri Solo (PPS) 2025 menggelar acara bertajuk Srawung Festival Ramadhan pada...

Ramadhan Iftar The Sunan Hotel Solo Hadirkan Fashion Show Koleksi Batik Riana Kesuma

Soloevent.id - The Sunan Hotel Solo menggelar acara Fashion Show Ramadhan Collection di Narendra...

More like this

Bubur Samin Jayengan: Tradisi Berbuka Puasa Paling Ikonik di Kota Solo

Soloevent.id - Di berbagai daerah di Indonesia, menjelang dan selama bulan Ramadhan banyak dihiasi...

Ngabuburit Estetik : Putra-Putri Solo 2025 Hidupkan Suasana Ramadhan di Masjid Sheikh Zayed.

Soloevent.id - Paguyuban Putra-Putri Solo (PPS) 2025 menggelar acara bertajuk Srawung Festival Ramadhan pada...

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kota Solo, Masyarakat Umum Ikut Kenakan Busana Adat Jawa

Soloevent.id - Ribuan peserta memadati Stadion Sriwedari untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun...