Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaEndang Caturwati: Spirit World Dance Day Jadi Media Ekspresi Masyarakat

Endang Caturwati: Spirit World Dance Day Jadi Media Ekspresi Masyarakat

Published on

- Advertisement -spot_img

PENUTUPAN SOLO 24 JAM MENARI_

 

Keempat penari yang menari 24 jam nonstop dalam Solo 24 Jam Menari (Anggono Kusumo [Solo], Stefanus Adi Prastiwa [Lubuk Linggau], Alfianto [Bandung], dan Abdurachem Jati [DKI Jakarta]) , akhirnya mengakhiri penampilannya tepat pada pukul 06.00 WIB di hari Kamis (29/4/2015). Di detik-detik akhir penutupan event yang di tahun ini menginjak edisi kesembilan tersebut, keempatnya menari beriringan dalam satu panggung.

Dalam closing ceremony itu, disampaikan pula orasi budaya yang dibacakan oleh Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Endang Caturwati.

Tari, menurut Endang, merupakan nafas yang bisa menggerakkan bangsa dan budaya. “Sajian ini menampilkan kelokalan yang dapat menumbuhkan karakter bangsa dan dapat mengangkat martabat manusia,” ucapnya di Teater Kapal Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Dalam orasinya itu, Endang memandang tari adalah salah satu media ekspresi masyarakat, dari segala elemen. Spirit yang dimunculkan di World Dance Day, diharapkan dapat menyebar ke seluruh kota besar dan desa-desa.

Tak lupa, Endang juga menyinggung peran tari dari sudut pandang kebutuhan hidup. Menurutnya, tari merupakan sarana potensial bagi seniman untuk berkarya sekaligus menyambung hidup. “Dari spirit World Dance Day pula, seniman dapat menghidupi seni itu sendiri. Sehingga bagi seniman tari ke depannya, dapat menjadi peluang bagi mereka untuk hidup dari seni tari,” jelasnya.

Salah satu penari 24 jam asal Bandung, Alfianto, mengusulkan di tahun depan agar ada pendanaan pemerintah kepada penyaji yang tampil di Solo 24 Jam Menari. “Mungkin bisa diusulkan kepada pemerintah terkait masalah pendanaan penyaji. Di event ini saya membawakan tiga buah karya tari tanpa dana produksi dari panitia. Padahal saya turut membawa pula kru dan delapan penari,” ungkapnya saat ditemui awak media.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...