Soloevent.id – Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di depan tempat ibadah Tridharma Klenteng Tie Kok Sie, Minggu (8/2/2026). Ritual Pao Oen ini digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Adapun dalam ritual ini yang dilakukan adalah melepas burung pipit dan ikan lele. Ada sebanyak 999 burung dan 19rb ikan dilepaskan dalam acara tersebut. Untuk ikan lele dilepas di Sungai Bengawan Solo.
Acara dimulai dengan doa bersama Sejumlah Bhikshu dilanjutkan dengan melepaskan burung pipit pada rangkaian tradisi Pao Oen di halaman Klenteng Tien Kok Sie. Setelah selesai kemudian prosesi melepaskan burung dan ikan. Lalu masuk lagi ke dalam klenteng untuk ibadah lagi. Usai pelepasan, selanjutnya dilakukan ritual siraman dan potong rambut. Ritual ini menjadi simbol membersihkan diri dan membuang keburukan yang melekat di tubuh.

Ketua Yayasan Klenteng Tien Kok Sie Solo, Sumantri Dana Waluya mengatakan, “Acara ini merupakan rangkaian dari tradisi Pao Oen atau kalau orang Jawa bilang ruwatan sebelum Imlek yang selalu dilakukan. Tujuannya ya tolak bala agar kedepannya lancar dan diberi keberkahan dalam segala hal. Untuk jumlahnya sendiri ada 999 dan ikan lela sebanyak 19rb yang dilepas di sungai Bengawan Solo. Kami memilih angka 999 karena ini merupakan angka tertinggi dan terbaik dalam tradisi kami yang diberikan sang pencipta. Tadi yang memimpin ada 3 biksu dari Ampel,” ujarnya kepada soloevent usai acara.
Pao Oen merupakan ritual penolak bala, sekaligus memohon pengampunan yang dijalankan umat Konghucu, Buddha dan Taoisme. Pao Oen dimulai dengan menaikkan persembahan dan doa bersama pada Sabtu (7/2/2026) pukul 19.00 WIB. Acara dilanjutkan dengan ritual pao oen pelepasan burung pipit dan ikan lele pada Minggu siang (8/2/2026).





