Thursday, November 5, 2026
HomeSeni dan BudayaPanggung Gamelan Ethnic Musik Festival Tampilkan Kolaborasi Musik Tradisional dan Modern

Panggung Gamelan Ethnic Musik Festival Tampilkan Kolaborasi Musik Tradisional dan Modern

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Gamelan Ethnic Music Festival (GEMFest) 2025 telah digelar selama dua hari pada 22-23 Agustus 2025 di Halaman Balaikota Solo. Penampilan GEMFest 2025 kali ini dibalut dengan konsep kolaborasi grup musik gamelan tradisional dan modern. Kolaborasi luar biasa ini bertujuan untuk merayakan tradisi musik gamelan Indonesia yang dinilai berharga.

Pada hari kedua menampilkan kelompok kesenian Angin Ribut Madura. Penampilan Angin Ribut tidak hanya menyajikan ritme musik yang dinamis dan enerjik, tetapi juga mengangkat identitas budaya Madura melalui kostum, koreografi dan alat musik tradisional yang khas.

Acara dilanjutkan dengan penampilan dari sanggar Adicipta Paundrakarna Production. Lalu, penampilan dari Saron Groove Yogyakarta. Grup musik kontemporer ini menampilkan sebuah pertunjukan yang memadukan komposisi unik antara musik gamelan dan musik eletronik. Kemudian, penampilan dari grup sanggar Omag Cangkem Yogyakarta yang menampilkan teatrikal yang mengangkat kisah perjuangan Pangeran Diponegoro melalui cerita rakyat kancil dan keong.

Penampilan selanjutnya dari Artaxiad Gamelan Syndicate. Semakin malam semakin meriah dengan penampilan dari Lala Atilla dan Sujiwo Tejo dalam waktu Indonesia berdendang. Menjelang penutupan dengan pembacaan pantun budaya oleh Direktur Musik Kemenpar RI, Amin Abdullah, lalu dilanjutkan pembacaan pantun oleh Wakil Wali Kota Surakarta yang sekaligus menutup acara GEMFest 2025 secara resmi.

GEMFest 2025 dengan tema “Voice of Resonance” GEMFest 2025 mengajak masyarakat untuk menyuarakan kesenian gamelan dan musik etnik sebagai karya seni adi luhur berbasis pelindungan kebudayaan dan tradisi yang menggerakkan kerajinan kreatif dan kesenian rakyat menjadi sebuah resonasi yang inklusif.

Sejak pertama kali hadir pada 2014, GEMFest terus berinovasi, dan tahun ini bertransformasi di bawah arahan Sruti Respati sebagai Creative Director. Festival musik etnik ini menghadirkan perpaduan tradisi dan inovasi, menjadikan gamelan bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga tontonan yang modern, megah, dan memikat.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Resmi Dibuka! Kemeriahan Opening Se.Daya.Di.Surakarta di Taman Balekambang

Soloevent.id - Opening atau pembukaan event Se.da.ya.di.surakarta telah digelar dengan meriah di Plaza Taman...

Pekan Se.Daya.Di.Surakarta 2026 Hadirkan 7 Program Lokakarya, Pertunjukan Kesenian Hingga Boga

Soloevent.id - Taman Balekambang menjadi ruang pertemuan pekan Se.Daya.Di.Surakarta pada tanggal 1-7 November 2026....

Solo Documentary Film Festival 2026, Hadirkan Ruang Perayaan Bagi Pembuat Film Dokumenter

Soloevent.id - Solo Documentary Festival kembali digelar pada Jumat-Minggu (23-25/10/2026) di Hook Omah Sinten...

More like this

Resmi Dibuka! Kemeriahan Opening Se.Daya.Di.Surakarta di Taman Balekambang

Soloevent.id - Opening atau pembukaan event Se.da.ya.di.surakarta telah digelar dengan meriah di Plaza Taman...

Pekan Se.Daya.Di.Surakarta 2026 Hadirkan 7 Program Lokakarya, Pertunjukan Kesenian Hingga Boga

Soloevent.id - Taman Balekambang menjadi ruang pertemuan pekan Se.Daya.Di.Surakarta pada tanggal 1-7 November 2026....

Solo Documentary Film Festival 2026, Hadirkan Ruang Perayaan Bagi Pembuat Film Dokumenter

Soloevent.id - Solo Documentary Festival kembali digelar pada Jumat-Minggu (23-25/10/2026) di Hook Omah Sinten...