Monday, August 24, 2026
HomeSeni dan BudayaWarga Berebut Gunungan Sekaten, Tradisi Kepercayaan Ngalap Berkah

Warga Berebut Gunungan Sekaten, Tradisi Kepercayaan Ngalap Berkah

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Gunungan Sekaten atau yang di kenal dengan sebutan Grebeg Mulud, merupakan puncak perayaan tradisi adat Sekaten yang di selenggarakan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sama seperti tahun sebelumnya, ada empat gunungan utama yang dikirab dari Halaman Kori Kamandungan Keraton Surakarta Hadiningrat menuju ke Halaman Masjid Ageng Keraton Surakarta.

Dua gunungan tersebut dibawa ke Halaman Masjid Ageng Keraton Surakarta dan didoakan. Setelah itu, warga langsung berebut sepasang gunungan. Sementara dua gunungan lainnya diusung kembali ke Keraton Solo untuk dibagikan kepada para abdi dalem.

 

Dua gunungan tersebut yaitu jaler dan estri. Gunungan jaler (laki-laki) berisi bahan makanan mentah seperti sayur mayur, palawija dan ketela. Sementara gunungan estri (perempuan) terdiri dari makanan matang.

Bukan sekadar tanpa makna dua gunungan ini. Gunungan jaler menyimbolkan laki-laki yang memiliki tugas mencari tanggung jawab mencari nafkah. Sementara gunungan estri melambangkan tugas istri mengolah makanan menjadi siap saji.

Salah satu warga bernama Wawan asal Boyolali berhasil mendapatkan isi salah satu gunungan. Ia mendapatkan seperti rengginang warna-warni. “Tadi pada rebutan disana, saya maju dan saya tarik satu. Ini mau saya bawa pulang biar dapat berkah sekeluarga,” ujarnya kepada soloevent, Kamis (28/9/2023).

Setiap tahun ia selalu datang dan ikut berebut gunungan tersebut, menurutnya ini sebuah kepercayaan turun temurun dari keluarga. “Ini memang kepercayaan masing-masing. Sejak dulu bapak saya yang selalu ikut berebut gunungan ini. Sekarang saya yang kesini untuk dapat berkah gunungan sekaten,” ungkapnya.

Bagi sebagian warga, perayaan Gunungan Sekaten menjadi momen yang paling dinanti setiap tahunnya. Salah satu keturunan abdi dalem asal Tulungagung yang juga mengikuti kirab mengatakan, “Gunungan Sekaten atau Grebeg Mulud menjadi salah satu upaya untuk melestarikan tradisi budaya Jawa. Ini kan ada sejarah panjangnya yaitu memperingati Maulid Nabi oleh masyarakat Jawa jaman dulu,” katanya usai acara di Halaman Masjid Ageng Keraton Surakarta.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Lumicarna Retro Vibes! Intip Kemeriahan Rapmafest 2026 Milad ke-29 UMS Rapma FM.

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM menghadirkan perayaan milad ke-29...

Pawai Pembangunan Kota Solo 2026 Angkat Isu Kepedulian Lingkungan

Soloevent.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menggelar pawai pembangunan dalam rangka peringatan HUT...

More like this

Pawai Pembangunan Kota Solo 2026 Angkat Isu Kepedulian Lingkungan

Soloevent.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menggelar pawai pembangunan dalam rangka peringatan HUT...

Festival Gamelan Nusantara 2026, Tampilkan Tembang Dolanan Dalam Tradisi Musik Gamelan Nusantara

Soloevent.id - Festival Gamelan Nusantara 2026 digelar di Taman Banjarsari Solo, Jumat (21/8/2026). Festival...

Resmi, Mangkunegaran dan SIPA Community Jalin Kemitraan SIPA 2026

Surakarta (20/08/2026) – Pada hari Kamis tanggal 20 bulan Agustus tahun 2026 telah diadakan...