Wednesday, February 25, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaHujan Deras Tidak Menjadi Penghalang Kemeriahan Penutupan SIPA 2022

Hujan Deras Tidak Menjadi Penghalang Kemeriahan Penutupan SIPA 2022

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Setelah berlangsung selama tiga hari, pertunjukan seni skala dunia Solo International Performing Arts (SIPA) telah rampung pada Sabtu malam, 10 September 2022. Tak kurang dari 20 delegasi dari berbagai negara menyajikan penampilan terbaik mereka di hadapan ribuan penikmat seni di Benteng Vastenburg, Solo.

Mereka yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Korea, Jepang, Turki, hingga Spanyol unjuk karya melalui seni tari, seni peran, orkes musik gelaran seni lainnya secara apik. Khusus untuk acara penutupan, delegasi yang tampil di atas panggung antara lain KF Project yang merupakan hasil kolaborasi Korea dan Indonesia.

Selain itu ada Sasikirana KoreoLAB 7 Dance Camp dari Bandung, Sekuni Bali, Seri Malaya Group dari ISI Surakarta, Go Seong Folksong Group Korea, Rianto X Monica Lim kolaborasi Indonesia, Jepang, dan Australia, beserta Arxtaxiad Gamelan Orchesta dari Solo.

Menurut keterangan dari Solopos, acara yang dipandu oleh MC Fita Kuswanto dan Hanifan Fuadi ini mulai berlangsung pada pukul 19:00 WIB. Sebelumnya, telah hadir ribuan penonton yang duduk rapi di kursi-kursi yang tersedia.

KF Project jadi penampil pertama pada hari terakhir gelaran SIPA 2022 dengan tema hutan buatan. Grup ini memadukan gerak tari, musik, dan kostum warna putih untuk menggambarkan kehidupan alam dan manusia. Melalui penggunaan teknologi digital teleholografi, pertunjukan ini terlihat semakin indah dan sempurna.

Tetap Semangat Meski Hujan Deras

Meski Solo sempat diguyur hujan yang cukup deras, hal ini tidak membuat penonton patah semangat untuk menyaksikan gelaran spektakuler tersebut. Mereka rela melihat semua sajian acara meski harus dengan menggunakan payung atau jas hujan.

Terlebih ketika cuaca sudah mulai terlihat terang dan panggung pertunjukan diisi oleh Sasikirana KoreoLab & Dance Camp. Grup seni ini menggelar pertunjukan seni tari yang menceritakan tentang gambaran interaksi tubuh dalam arsitektur ruang sunyi.

Tontonan yang tak kalah menarik dihadirkan Artaxiad Gamelan Orchesta. Kehadiran mereka berhasil menjadi penutup acara dengan nuansa yang sangat mewah. Anggota grup ini adalah para musisi muda yang fokus pada dunia musik, khususnya gamelan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Aston Solo Hotel Hadirkan Pengalaman Iftar Dunia dengan Sentuhan ASEAN

Soloevent.id - Dalam menyambut bulan suci ramadhan, Aston Solo Hotel resmi memperkenalkan rangkaian program...

Rayakan Hari Pers Nasional, Monumen Pers Solo Pamerkan 101 Koleksi Iklan Ikonik.

Soloevent.id - Monumen Pers Nasional Solo menggelar pameran bertajuk Warta Pariwara yang menampilkan koleksi...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Ratusan Menu Nusantara di Iftar All You Can Eat Buffet

Soloevent.id - Menyambut bulan suci Ramadhan, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman berbuka...

More like this

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kota Solo, Masyarakat Umum Ikut Kenakan Busana Adat Jawa

Soloevent.id - Ribuan peserta memadati Stadion Sriwedari untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun...

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...