Thursday, April 30, 2026
HomeBisnisMengulik Puasa Ramadan di Era Kolonial

Mengulik Puasa Ramadan di Era Kolonial

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Seperti apa, ya, puasa Ramadan di Tanah Air pada zaman kolonial? Sabtu (11/5/2019), dosen pengajar Program Sejarah IAIN Surakarta, Martina Safitry, M.A coba membedahnya dalam acara Ngabuburit di RBK yang diselenggarakan di Rumah Budaya Kratonan.

Martina menerangkan bahwa semasa Ramadan, siswa yang belajar di sekolah yang didirikan pemerintah Belanda mendapat libur selama 39 hari untuk menjalankan ibadah puasa.

Belanda sebenarnya memberi kebebasan menjalankan ibadah puasa Ramadan, tapi terbatas, di mana ada larangan untuk mengadakan salat Tarawih berjamaah. Itu terjadi sebelum 1929.

Belanda melarangnya karena menilai hal itu dapat memicu tindakan makar. Izin berpuasa oleh pemerintah Belanda juga didasari pada antisipasi gerilya massa yang dilakukan masyarakat  Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Sampai akhirnya Belanda memperbolehkan melakukan salat Tarawih bersama, tetapi lokasinya ditentukan.



Saat Idul Fitri, perayaannya pertama kali digelar di Masjid Agung Bandung pada tahun 1926. Perayaan Lebaran kala itu dihadiri oleh komunitas pedagang Arab dan Bumiputera. Tahun 1939, pemerintah Belanda kembali mengeluarkan izin menggelar salat Idul Fitri berjamaah di kantor Kabupaten Bandung.

Mengenai penetapan waktu Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, pemerintah Belanda tidak ikut campur dan menyerahkan semua kepada lembaga atau organisasi yang menaungi masyarakat Islam saat itu. Belanda hanya melakukan pengawasan saja.

“Dalam perayaan menyambut Ramadan, masyarakat era kolonial –  khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur – menggelar beragam acara yang masih kental dengan kultur Hindu Budha,” papar Martina

Acara Ngabuburit di RBK diadakan kelompok mahasiswa Program Sejarah  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta selama bulan Ramadan. Pembahasan Ramadan di era kolonial adalah kegiatan pertama dari total 10 acara yang ada. Ngabuburit di RBK digelar tanggal 11,14,16,18,21,23,25,28,30 Mei dan 1 Juni 2019.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Pelatihan Membuat Sanggul Bersama Akademi Sanggul Nusantara di Event Solo Menari 2026

Soloevent.id - Pagelaran Solo Menari 2026 kembali digelar pada Selasa-Rabu (28-29/4/2026) di Pendhapi Gedhe...

Sebanyak 1.700 Penari Kipas Semarakkan Solo Menari 2026 di Kawasan Titik Nol

Soloevent.id - Kota Solo kembali menggelar acara Solo Menari pada 29 April 2026. Sebanyak...

Cukup 10 Ribu! Intip 5 Wahana Ikonik yang Wajib Kamu Coba di Pasar Malam Alun-Alun Kidul

Soloevent.id - Pasar Malam Alkid (Alun-Alun Kidul) kembali digelar mulai 3 April - 3...

More like this

Solo Jadi Saksi! Riana ‘On The Move’ Awali Tur 20 Kota Demi Rekor MURI Zumba Step

Soloevent.id - Event Active Nation Riana On The Move hadir sebagai event Solo Series...

Keanggunan Lurik dalam Perayaan Semangat Kartini di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.id - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, The Sunan Hotel Solo menyelenggarakan acara bertajuk...

Rayakan Anniversary QModels Gelar Runway show Arabian Night di Neo Solo Grand Mall

Soloevent.id - QModels Agency menggelar acara bertajuk Runway Show Arabian Night, Sabtu (11/4/2026) di...