Tuesday, March 3, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaKuliner Imlek, Kuliner Tahunan Penuh Makna

Kuliner Imlek, Kuliner Tahunan Penuh Makna

Published on

- Advertisement -spot_img

TAHUN-BARU-IMLEK-003

 

Soloevent.id – Setiap suku pasti punya makanan khas saat merayakan hari raya. Tak terkecuali orang-orang Tionghoa. Sewaktu Tahun Baru Imlek tiba, makanan-makanan yang disajikan punya makna baik.

 

Salah satu yang paling dikenal adalah kue keranjang. Meski hanya ada setahun sekali, tetapi masyarakat luas begitu tertarik dan menyukainya. Kue ini sepertinya tidak bisa dipisahkan dari Tahun Baru Imlek.

 

Rasa legit dan manisnya diharapkan bisa memberi kehidupan  yang manis tanpa kepahitan. Kue keranjang biasanya disertai oleh kue mangkok merah yang melambangkan mekarnya kehidupan dan kemakmuran.

 

Dalam perayaan Imlek, mi pun jadi menu wajib bagi orang Tionghoa. Pada tradisi Tiongkok, mi menjadi simbol panjang umur.

 

Cara makannya pun beda dengan kebiasaan orang banyak. Mi harus dimakan dengan diseruput dan tidak boleh dipotong, maknanya agar memiliki tali persaudaraan dan usia yang panjang. Saat makan harus memakai sumpit. Ini melambangkan ketelatenan, kesabaran, dan keuletan.

 

Masakan lain yang disajikan saat perayaan Tahun Baru Imlek adalah ikan bandeng atau lele.  Ikan dihidangkan utuh dan disajikan dengan kepala menghadap pada sesepuh sebagai penghormatan generasi muda kepada orang tua/gurunya.

 

Ada juga pangsit yang melambangkan kekayaan, serta Yee Sang yaitu campuran irisan lobak dengan sayuran lain, daging, dan saus yang diaduk beramai-ramai hingga tumpah agar rezekinya juga tumpah ruah.

 

Hidangan semakin lengkap karena ada buah segar khusus yang dijual saat Tahun Baru Imlek yaitu jeruk Kim Kit dan jeruk Mandarin. Jeruk Kim Kit dijual satu pohon dalam pot, kulitnya oranye, buahnya kecil-kecil rasanya tidak manis. Pohon jeruk Kim Kit yang langka hanya dijual pada waktu Imlek. Karena konon membawa keberuntungn, harganya hingga jutaan Rupiah.

 

Selain jeruk ada juga buah naga. Petani buah naga di Sukoharjo mengaku mengalami lonjakan permintaan di kala Imlek tiba. Hampir sama dengan jeruk, buah naga menyimbolkan kebaikan. Dalam budaya Tiongkok, naga diyakini sebagai keberuntungan karena shio naga  bermakna kejayaan.

 

 

 

Penulis: Puitri Hatiningsih

Foto: dokumen Soloevent

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Ramadhan Iftar The Sunan Hotel Solo Hadirkan Fashion Show Koleksi Batik Riana Kesuma

Soloevent.id - The Sunan Hotel Solo menggelar acara Fashion Show Ramadhan Collection di Narendra...

Aston Solo Hotel Hadirkan Pengalaman Iftar Dunia dengan Sentuhan ASEAN

Soloevent.id - Dalam menyambut bulan suci ramadhan, Aston Solo Hotel resmi memperkenalkan rangkaian program...

Rayakan Hari Pers Nasional, Monumen Pers Solo Pamerkan 101 Koleksi Iklan Ikonik.

Soloevent.id - Monumen Pers Nasional Solo menggelar pameran bertajuk Warta Pariwara yang menampilkan koleksi...

More like this

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kota Solo, Masyarakat Umum Ikut Kenakan Busana Adat Jawa

Soloevent.id - Ribuan peserta memadati Stadion Sriwedari untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun...

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...