Wednesday, September 23, 2026
HomeSeni dan BudayaMenyambut Seni Pertunjukan Multikultural - SIPA 2024 Day 2

Menyambut Seni Pertunjukan Multikultural – SIPA 2024 Day 2

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – SURAKARTA [30/08/2024] – Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 kembali memukau penonton pada hari kedua yang berlangsung di dua lokasi ikonik, yakni Gedung Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pamedan Pura Mangkunegaran. Sebanyak sepuluh pertunjukan memeriahkan malam ini, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga kebudayaan mancanegara.

Festival dimulai dengan sambutan oleh Direktur SIPA, Dra. R. Ay. Irawati Kusumoasri, M.Sn. “Tahun ini sangat spesial, ada dua pagelaran di Pamedan Mangkunegaran dan ISI Surakarta dalam satu malam. Alangkah bahagianya saya berhasil menggandeng ISI Surakarta, ini merupakan impian saya yang baru terlaksana tahun ini,” sambut Irawati.

Dalam momen ini, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, juga menyampaikan sambutan hangatnya kepada seluruh tamu yang hadir memeriahkan acara SIPA 2024 “Pagelaran SIPA yang awalnya hanya milik Solo, kini telah menjadi milik bersama bahkan milik kalangan internasional. Saya berharap di tahun-tahun selanjutnya, semakin banyak anak muda yang melakukan pertunjukan seni,” tutur I Nyoman Sukerna.

Penampilan di Teater Besar ISI Surakarta dimulai oleh Park Na Hoon (Korea Selatan). Tidak ketinggalan, pertunjukan Victorian College of Arts, Dance (Australia), ISI Surakarta dan SLB N Karanganyar,    Shin  Dance  Company  (Korea  Selatan),  Chinese  Youth Goodwill Association (Taiwan),  Hor  Pitu,  dan  Hanayura (Jepang). Penampilan dari Eko Supendi menjadi penutup rangkaian  pagelaran  SIPA  di ISI Surakarta dengan membawakan pertunjukkan dengan judul “Jiwanawatu”.

Sementara itu, di Pamedan Pura Mangkunegaran, pertunjukan lainnya menghadirkan keindahan seni lintas budaya yang mempesona. Sebuah tarian dengan judul “Preah Ream Liberates Sita” dibawakan oleh Youth Art Mask Theater and New Generation of Classical Dance (Kamboja).

Dilanjutkan dengan pementasan Kerja Kolektif 3 Koreografer Muda – Ayu Fatimah, Clairine Faiza,  dan  Fay  Muthahhari  (Surakarta).  Tidak ketinggalan, Nyala Dance Theater (Malaysia) menggema  merdu,  menambah  kemeriahan  di  tengah  kota Surakarta malam itu. Puncak dari pertunjukan di Pamedan Pura Mangkunegaran ditandai dengan pentas RAMUGAD – Masyarakat Kamuning Gading (Bogor).

Hari  kedua  SIPA  2024  ini  berhasil  menunjukkan  betapa  seni  dapat  menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai budaya dan tradisi dari seluruh dunia. Festival ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni, tetapi juga sebagai wadah dialog dan pertukaran budaya yang memperkaya pengetahuan serta pemahaman antarbangsa.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...