Saturday, January 24, 2026
spot_img
HomeMusikBimbo, Lagu-Lagu Religinya Melintasi Zaman

Bimbo, Lagu-Lagu Religinya Melintasi Zaman

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Kalau berbicara soal musik religi di Indonesia, sepertinya banyak orang yang langsung menyebut nama Bimbo. Grup yang dibentuk pada tahun 1967 ini kerap menampilkan lagu-lagu Islami.

Band yang beranggotakan empat bersaudara, yaitu Sam Bimbo, Acil Bimbo, dan Jaka Bimbo ditambah adik perempuan mereka Iin Parlina ini dan group ini awalnya menyanyikan lagu bertema cinta yang dipengaruhi oleh musik khas Amerika Latin.

Di awal penampilannya, mereka sering menyanyikan hits musisi latin Consuelo Velazquez berjudul “Besame Mucho” serta lagu unggulan Elpido Ramirez berjudul “Malaguenna Salerosa”. Pada tahun 1969, Trio Bimbo membuat ulang beberapa lagu dari Iwan Abudurahman, seperti “Melati dari Jayagiri” dan “Flamboyan”. Setahun kemudian, Sam Bimbo dkk. merilis album perdananya melalui Polydor. Album itu  terdiri dari lagu-lagu ciptaan Tonny Koeswoyo dan Iwan Abudurahman, di antaranya “Pinang Muda”, “Melati dari Jayagiri”, “Berpisah”, “Flamboyan”, “Manis dan Sayang”, dan “Pengembara”.

Bimbo berkata sangat terpengaruh oleh Queen. Makanya, ciri musik mereka banyak menampilkan harmonisasi vokal. Salah satunya bisa disimak di lagu “Di Atas Jembatan Semanggi“ yang memiliki kemiripan dengan “Bohemian Rhapsody”.

Majalah Rolling Stone Indonesia menggambarkan Trio  Bimbo memiliki struktur melodis yang luas. Sedangkan pengamat musik, Asrat Ginting, mengatakan Bimbo memainkan beragam jenis musik, mulai dari kasidah hingga pop. Sementara sastrawan Indonesia, Ramadhan KH, menganggap musik Bimbo sebagai musik “Mozart”.



Lagu-lagu Bimbo tak seluruhnya bertema religi. Ada juga juga yang berbau kritik, salah satunya “Surat untuk Reagan dan Brezhnev” yang rilis tahun 1980. Lagu tersebut merupakan surat terbuka yang ditujukan lagsung untuk mengkritik Perang Dingin. Kemudian ada lagu berjdul “Antara Kabul dan Beirut” yang menggambarkan konflik Timur Tengah.

Bimbo mulai menulis lagu religi bermula dari lagu “Tuhan” karya Sam Bimbo yang kemudian berlanjut dengan album Qasidah (1974), Sajadah (1977), dan lain-lain. Lagu-lagu dari album tersebut melintasi berbagai zaman dan kerap dinyanyikan dalam momen-momen Hari Raya Islam oleh Bimbo maupun penyanyi lain. Salah satu yang mengarensemen ulang lagu-lagu Bimbo adalah band Gigi. Armand Maulana dan kawan-kawan juga mengaku bahwa Bimbo merupakan inspirasi mereka dalam membuat album religi.

Pada 2007, Bimbo merilis album baru yang antara lain menampilkan karya terbaru Taufiq Ismail yang bertema kritik sosial, yaitu “Jual Beli” dan “Hitam Putih”. Album itu juga merupakan perayaan 40 tahun perjalanan karir mereka di industri musik nasional.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...

Float hingga Efek Rumah Kaca Ramaikan Solo City Jazz ke-13 di Pamedan Pura Mangkunegaran

Soloevent.id - Solo City Jazz ke-13 kembali digelar pada 27 September 2025 dengan menghadirkan...

Solo City Jazz 2025 Hadirkan Musisi Local Pride Solo

Soloevent.id - Kota Solo tidak pernah sepi event seru setiap bulannya. Sabtu (27/9/2025) terdapat...