Saturday, September 12, 2026
HomeMusikTulus Ciptakan Lagu dari Pengalaman Perundungan Waktu Kecil

Tulus Ciptakan Lagu dari Pengalaman Perundungan Waktu Kecil

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Perundungan (bullying) bisa terjadi di mana saja. Korbannya pun tidak mengenal gender dan status sosial. Bahkan, artis pun bisa terkena. Salah satu yang pernah mengalami perundungan adalah Tulus. Itu terjadi semasa dia kecil.

Oleh teman-temannya, penyanyi bernama lengkap Muhamad Tulus Rusydi itu pernah dipanggil gajah karena memiliki tubuh yang lebih besar ketimbang kawan-kawannya. Bahkan, tidak hanya gajah, binatang-binatang lain seperti kerbau dan beruang juga dilontarkan untuk menggambarkan bentuk tubuh Tulus yang gempal.

Namun, perundungan tersebut tidak membuat Tulus. Setelah sekian tahun, justru hal itu menjadi inspirasi dan motivasinya mencipta karya. Tulus menjadikan gajah sebagai nama album keduanya yang dirilis tanggal 19 Febuari 2014.

Di dalamnya terdapat single berjudul sama.  Di lagu itu, Tulus menceritakan bagaimana binatang dengan tubuh besar dan hidung yang panjang tersebut memiliki banyak ketakutan. Di liriknya, Tulus mengubah perundungan yang ia alami menjadi kalimat bernada positif. Justru sebutan gajah itu adalah doa teman-temannya agar dirinya menjadi lebih pintar dan kuat seperti gajah. Begini bunyi liriknya yang ada di bagian chorus:

Kau temanku kau doakan aku

Punya otak cerdas aku harus tangguh

Bila jatuh gajah lain membantu

Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku



Tak hanya audio, “Gajah” juga dibikin video klip. Dalam video klipnya, Tulus tampil bersama gajah bernama Yongki yang hidup di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Tulus merasa terkejut bahwa binatang sebesar itu ternyata memiliki hati yang lembut.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

SIPA 2026 Tegaskan Posisi sebagai Festival Seni Internasional melalui Semangat “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries”

SURAKARTA – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menggelar jumpa pers di...

Solo International Performing Arts 2026 Tegaskan Surakarta sebagai Kota Budaya Dunia

Surakarta (09/09/2026) – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali hadir dengan semangat baru,...

Kemeriahan Festival Payung Indonesia ke-13 di Taman Balekambang.

Soloevent.id - Festival Payung Indonesia (FESPIN) kembali digelar pada Jumat-Minggu (4-6/9/2026) di Taman Balekambang...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...