Wednesday, October 14, 2026
HomeSeni dan BudayaBerat Kostum Solo Batik Carnival Capai 50 Kilogram

Berat Kostum Solo Batik Carnival Capai 50 Kilogram

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Seperti tahun-tahun sebelumnya, puncak Solo Batik Carnival bakal dimeriahkan dengan Grand Carnival. Peserta akan berjalan sekitar 3,8 kilometer dari Museum Radya Pustaka hingga Balai Kota Surakarta.

Tahu enggak, ternyata berat kostum Solo Batik Carnival enggak seenteng yang kamu duga. Koordinator Acara Solo Batik Carnival 2019 Ragowo Ade Kurniawan menjelaskan berat kostum mencapai 50 kilogram. Kenapa bobotnya besar? Karena kostum-kostum tersebut memakai rangka besi. Rangka besi diperlukan sebagai pondasi untuk menopang ornamen-ornamen di atasnya.

“Karena besi dirasa kuat untuk menahan terpaan angin, apalagi tinggi masing-masing kostum bisa mencapai tiga meter,” jelas Ade dalam talkshow di Radio Sevent, Sabtu (13/7/2019).

Ade menekankan bahwa semua kostum itu dibuat sendiri oleh peserta. Proses pembuatannya sekitar empat bulan. Selama proses itu, peserta dibekali dengan workshop setiap minggu. Kata Ade, SBC menuntut pesertanya untuk menciptakan kostum sendiri agar kreativitas  mereka terasah.

Kostum karnaval tersebut dibikin dengan bujet rata-rata satu juta Rupiah. “Meski dengan biaya enggak mahal, kostum bisa menjadi bagus kalau kamu tahu cara meng-create-nya,” terangnya.

Lalu, apa yang membedakan SBC dengan kostum karnaval sejenis?

Selain pemakaian batik, kostum tematik yang dibuat dari tahun ke tahun adalah pembeda dengan event karnaval lainnya. “Motif dan desainnya pastinya berbeda dari tahun ke tahun karena menyesuaikan temanya,” tambah Ade.



Di edisi keduabelasnya, Solo Batik Carnival bakal mengusung tema “Suvarnabhumi: The Golden of ASEAN”. Kostum  bakal dihiasi ciri khas dari sebelas negara di Asia Tenggara.

Ada sebelas kelompok yang tampil pada Grand Carnival SBC 2019, 27 Juli mendatang. Mereka adalah “Wonderful Indonesia”, “The Green Heart of Brunei”, “Kay Ganda Philippines”, “Kingdom of Wonder Kamboja”, “Be Accented Myanmar”, “Malaysia Truly Asia”, “Vietnam Timeless Charm”, “Great Adventure Timor Leste”, “Simply Beautiful Laos”, “Uniquely Singapore”, dan “Amazing Thailand”.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

More like this

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...