Thursday, April 16, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaDalam Kesenian, Mereka Tidak Berbeda

Dalam Kesenian, Mereka Tidak Berbeda

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Kesenian itu bersifat universal, artinya seni dapat diterima dan dilakukan oleh siapa saja, tanpa terkecuali para penyandang disabilitas. Kali ini, pagelaran 24 Jam Menari menampilkan siswa-siswi berkebutuhan khusus. Mereka mementaskan sebuah karya berjudul “Kami Tak Berbeda” di Pendapa Ageng ISI Surakarta, Senin (29/4/2019).

Acara dibuka oleh Menteri Sosial yang diwakili Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kanya Eka Santi dengan menyampaikan beberapa hal mengenai penyandang disabilitas. “Dengan terselenggaranya acara ini sekaligus untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap para penyandang disabilitas,” paparnya.

Para penari membawakan tarian dengan penuh semangat, kompak, dan ceria. Untuk melancarkan gerakan, sang pelatih memberikan instruksi lewat gerakan tangan dari depan dan samping panggung. Pertunjukan tersebut diakhiri dengan pembacaan puisi oleh salah satu siswa.

Pelatih penari disabilitas, Jonet Sri Kuncoro, mengatakan butuh waktu tiga bulan untuk melatih mereka. “Tidak hanya saya sendiri [yang melatih], tetapi juga dibantu oleh beberapa guru di sekolah masing-masing. Tarian ‘Kami Tak Berbeda’ ini sebagai bentuk pembuktian bahwa anak-anak istimewa juga bisa melakukan tarian seperti orang lain. Mereka melakukannya dengan gembira, bahkan sebagian dari mereka ada yang berbakat dalam bidang kesenian tari ini,” ujar dosen mata kuliah Seni Tari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta itu.

Ada 28 siswa-siswi sekolah luar biasa yang ikut tampil. Mereka berasal dari tiga sekolah, yaitu Autis Yayasan Bina Asih (Surakarta), SLB B-C Hamong Putro (Sukoharjo) dan Disabilitas SLB N (Karanganyar). Para penari tersebut merupakan penyandang tunagrahita, tunarungu, tunawicara, dan tunadaksa.

Jonet yang sudah mempelajari bahasa isyarat sejak 2004, mempunyai inisiatif ingin mengajak anak-anak penyandang disabilitas untuk berkolaborasi. “Ini merupakan karya ketiga saya,” tuturnya usai penampilan.

“Kami Tak Berbeda” merupakan satu dari sekian banyak sajian di 24 Jam Menari 2019. Tahun ini terdapat sekitar 600 jenis tarian yang dibawakan oleh 191 kelompok tari dari dalam maupun luar negeri.

24 Jam Menari masih mempertahankan ciri khasnya, yaitu penampilan penari 24 jam. Di edisi ketiga belas ini, ada enam orang yang menari selama 24 jam nonstop. Mereka adalah I Nyoman Agus Triyuda (Bali), Pulung Jati Rangga Murti (Yogyakarta), Arbi Nuralamsyah (Sukabumi); Abib Habibi Igal (Banjarmasin), Darmasti dan Sri Hadi (Surakarta).



Event yang digelar oleh ISI Surakarta ini diadakan pada 29-30 April 2019. Panggung tersebar di enam lokasi, yakni halaman Rektorat ISI Surakarta, Pendhapa Ageng, Teater Kecil, Teater Besar, halaman Teater Besar, dan Teater Kapal.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Keanggunan Lurik dalam Perayaan Semangat Kartini di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.id - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, The Sunan Hotel Solo menyelenggarakan acara bertajuk...

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...

Rayakan Anniversary QModels Gelar Runway show Arabian Night di Neo Solo Grand Mall

Soloevent.id - QModels Agency menggelar acara bertajuk Runway Show Arabian Night, Sabtu (11/4/2026) di...

More like this

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...