Wednesday, July 29, 2026
HomeSeni dan BudayaDi Solo, Hari Tari Dunia Digelar 24 Jam Nonstop

Di Solo, Hari Tari Dunia Digelar 24 Jam Nonstop

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Sudah menunggu Solo 24 Jam Menari? Tahun ini, pergelaran tari akbar tersebut bakal diadakan lagi di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarata, 29-30 April 2019. Acara ini diadakan untuk merayakan Hari Tari Dunia, yang diperingati setiap 29 April.

Seperti apa, sih, persiapannya sejauh ini? Ditemui SoloEvent di Sekretariat Solo 24 Jam Menari, Kamis (18/4/2019), Koordinator Acara Solo 24 Jam Menari R. Danang Cahyo menjelaskan bahwa persiapan acara sudah mencapai 75%.

Hingga berita ini ditulis, ada 191 peserta yang dipastikan tampil, Para peserta diberi kebebasan ingin membawakan tarian apa, entah itu tari tradisional, kesenian rakyat, pementasan anak, atau tari modern.

Di edisi kali ini yang bertema “Gegara Menari”, banyak kaum milenial yang bakal tampil. Nantinya, anak-anak muda tersebut bakalan dididik tidak hanya pada sisi tradisinya saja, tapi juga diarahkan pada inovasi dan kreativitas.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, event ini tetap menampilkan sosok-sosok penari yang akan menari selama satu hari penuh. Tahun ini, jumlah penari 24 jam lebih banyak, yaitu enam orang. Mereka bakal menari dari pukul 06.00 WIB pada 29 April hingga jam yang sama di keesokan harinya.

“6 penari itu ada 2 dari Solo yang merupakan staff pengajar ISI Surakarta, 1 dari Kalimantan, 1 dari Yogyakarta, 1 dari Bali, dan 1 dari Bandung. Masing-masing penari ini akan membawakan 2 karyanya,” ujar Danang.

Saat beraksi, para penari 24 jam bakal didampingi tim pemantau yang akan mengawasi kondisi mereka selama 24 jam, Tim tersebut mengecek kondisi fisik, jadwal latihan, hingga intensitas tubuhnya.

Kalau penasaran seperti apa Solo 24 Jam Menari, kamu bisa datang mulai dari acara pembukaan di halaman Rektorat ISI Surakarta, sampai penutupan di Teater Kapal ISI Surakarta.



Ketua Umum Solo 24 Jam Menari 2019 Eko Supriyanto alias Eko Pece mengatakan tema “Gegara Menari” dipilih dengan harapan agar tari dapat membangun kesatuan dan kerukunan di Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Fashion & Luncheon “Elegance in Heritage”, Perpaduan Kebaya, Batik, dan Kuliner Nusantara di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.Id - Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan...

Ada Fosil Dinosaurus Asli 20 Meter! Tahir Solo Museum Resmi Dibuka.

Soloevent.id - Tahir Solo Museum (Culture, Science and Technology) resmi dibuka pada Sabtu (25/7/2026)...

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

More like this

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...