Friday, May 8, 2026
HomeSosial EventBeratnya Jadi Supeltas, Pernah Diludahi Saat Bertugas

Beratnya Jadi Supeltas, Pernah Diludahi Saat Bertugas

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Kalau kamu lewat di beberapa ruas jalan Kota Solo, kamu akan menjumpai seseorang yang mengenakan kemeja biru berlapis rompi hijau sedang memberikan aba-aba kepada pengguna jalan sambil meniup peluit. Mereka adalah Supeltas (Sukarelawan Pengatur Lalu-lintas). Kehujanan, kepanasan, bahkan terkena polusi bukan menjadi halangan untuk mengatur kelancaran jalan.

Salah satu dari mereka adalah Rahmat Kartolo. Dia adalah Koordinator Supeltas Surakarta. Kartolo telah banyak makan asam garam dalam dunia Supeltas karena profesi itu sudah digelutinya selama puluhan tahun. “Dulu, kami sering disebut polisi cepek. Padahal Supeltas berbeda. Kami tidak pernah meminta uang, ini sukarela dari kami untuk mengatur kepadatan lalu-lintas,” terangnya saat diskusi “Peran Supeltas dalam Dinamika Transportasi Kota”, di Monumen Pers Nasional, Jumat (22/2/2019).

Sebelum terlibat sebagai pengatur lalu lintas, beberapa anggota Supeltas dulunya merupakan preman, copet, hingga bandar narkoba. Kini, dunia hitam tersebut telah ditinggalkan. Dengan menjadi Supeltas, mereka ingin hidupnya bermanfaat bagi orang lain.

Banyak kisah suka-duka yang dialami para Supeltas, seperti diludahi pengendara dan hampir terserempet pengendara motor yang melintas. Namun, mereka tetap sabar dan ikhlas menghadapinya. “Dulu pernah diludahi, saya tegur kenapa meludahi saya. Kata dia, saya bukan polisi dan orang tersebut sedang terburu-buru. Akhirnya saya bilang saya bangga jadi Supeltas daripada jadi seorang peminta-minta. Lalu saya persilakan orang tersebut untuk melanjutkan perjalanan,” kenang Kartolo.

Supeltas resmi dibentuk Juni 2006 dan bekerja sama dengan Polresta Surakarta. Supeltas diresmikan di Lapangan Kota Barat oleh Pemkot Surakarta dan kedinasan terkait.

Kini, Supeltas mulai dikenal luas di Solo. Mereka memberikan pelajaran bagi warga  agar tertib berlalu lintas seperti slogan Kota Solo “Tertib berlalu lintas adalah cermin budaya wong Solo”. Anggota resmi Supeltas yang berjumlah 60-an orang mendapat binaan dari Satlantas Polresta Surakarta. Mereka juga dibekali ilmu tentang 12 gerakan mengatur lalu-lintas.

Seiring banyaknya jumlah kendaraan yang melintas di jalanan Solo, peran Supeltas sepertinya sangat dibutuhkan. Biar semangat mereka semakin bertambah, Dodik Moerdijanto (Pemenang #ProjectPassion Wismilak Passionville 2017) merancang masker kesehatan untuk mereka. Ia juga bakalan merilis buku Bernapas Bersama Peluit yang menceritakan kehidupan Supeltas.

Dodik turut me-launching Yayasan Supeltas Indonesia yang diharapkan dapat membantu kesejahteraan Supeltas. Dengan diresmikannya yayasan itu, Supeltas yang semula hanya berbentuk komunitas relawan, kini sudah berbadan hukum resmi. Selain itu, dengan adanya yayasan, Supeltas diharapkan bisa memiliki struktur, program kegiatan, alur komunikasi dan koordinasi yang lebih jelas dan tertata.



Sudah tahu, kan, beratnya jadi seorang Supeltas? Jadi, kalau kamu ketemu sama anggota Supeltas yang sedang bertugas, minimal berikan senyum dan terima kasih atas kebaikannya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

26 Delegasi Dari 23 Daerah Siap Meriahkan Event Semarak Budaya Indonesia 2026

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 kembali menghadirkan perhelatan budaya yang mempersatukan keberagaman...

Indonesia’s Horse Racing (IHR):Perebutan Perdana Piala Raja Mangkunegaran dan Laga Krusial Triple Crown di Tegalwaton, Jawa Tengah

Jakarta, 6 Mei 2026 – Rangkaian Indonesia’s Horse Racing (IHR) 2026 memasuki penyelenggaaan kejuaraan...

Lautan VW Kodok & Combi di Solo Technopark: Intip Keseruan Wingdays 5 Volkswagen

Soloevent.id - Wingdays 5 Volkswagen sukses digelar pada Sabtu-Minggu (2-3/5/2026) di Solo Technopark. Acara...

More like this

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Buka Bersama Terpanjang di Kota Solo Berhasil Pecahkan Rekor Muri

Soloevent.id - Acara buka puasa bersama yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersama Atase...

Pesta Tahun Baru 2025 Kota Solo, Gatsu dan Ngarsopuro Jadi Kawasan Paling Meriah

Soloevent.id - Banyak yang menyambut tahun baru dengan mengadakan pesta atau acara khusus dan...