Tuesday, October 13, 2026
HomeSeni dan BudayaSIPA 2018 Gelorakan Pesan Kebersamaan dalam Keindahan Seni

SIPA 2018 Gelorakan Pesan Kebersamaan dalam Keindahan Seni

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Pembukaan Solo Internasional Performing Arts (SIPA) 2018 berlangsung meriah. Salah satu event seni pertunjukan di Kota Solo ini resmi dibuka dengan pemukulan kenong oleh Direktur SIPA, Wakil Wali Kota Solo, Kepala Bekraf, dan Kementerian Pariwisata, Kamis (6/9/2018) di Benteng Vastenburg.

Penonton juga ikut berpartisipasi dalam upacara pembukaan SIPA 2018 dengan menyalakan kembang api. Kemeriahan masih berlanjut ketika maskot SIPA 2018, Melati Suryodarmo, tampil dengan karya tarinya.

Karya Melati tersebut dibikin sesuai tema SIPA 2018, “We Are the World, We Are the Nations”, yang menampilkan percampuran tradisi yang mengglobal. Di karyanya itu, Melati berkolaborasi bareng penari dari Studio Plesungan dan Semarak Candrakirana. Mereka diiringi 30 pemusik Etnomusikologi ISI Surakarta.

Penampil kedua malam itu adalah Leineroebana Dance Company. Grup tari asal Belanda itu menyuguhkan tarian berjudul “Gonjang-ganjing”. Penampilan mereka diiringi oleh gamelan dan alat-alat musik khas Indonesia.

Penyaji ketiga di SIPA 2018 adalah Suling Bambu Dasarai Lamaknen dari Nusa Tenggara Timur. Mereka membawakan empat lagu, yakni “Sorak-Sorak Bergembira”, “Bolelebo” (lagu daerah NTT), “Oras Loro Marilin” (lagu daerah Belu), dan “Lolan Gol” (lagu daerah Lamaknen). Lagu-lagu tersebut dimainkan menggunakan alat musik khas NTT, foy doa.

Selain nama-nama di atas, SIPA 2018 hari pertama juga dimeriahkan oleh Studio Taksu (Solo), Chinese Youth Goodwill Association (Taiwan), dan Gilang Ramadhan feat Smiet (Jakarta dan Palu).



Direktur SIPA, Irawati Kusumorasri, menjelaskan, SIPA 2018 diikuti oleh seniman-seniman dari 10 negara. “Di tahun kesepuluh ini, SIPA ingin menggelorakan pesan kebersamaan dalam keindahan seni,” terang Ira saat memberikan sambutan.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, menyampaikan, dengan digelarnya SIPA, Solo semakin punya citra sebagai kota budaya.

SIPA 2018 akan digelar hingga Sabtu (8/9/2018). Event ini bisa ditonton secara gratis.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Hajatan Ageng (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan Jagalan, Minggu...

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

More like this

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Hajatan Ageng (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan Jagalan, Minggu...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...