Tuesday, September 22, 2026
HomeSeni dan BudayaEdisi Satu Dasawarsa, SIPA 2018 Dibikin Beda

Edisi Satu Dasawarsa, SIPA 2018 Dibikin Beda

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Merayakan edisi spesial satu dasawarsa, Solo International Performing Arts (SIPA) 2018 bakal dibikin menarik dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu bocorannya adalah upacara pembukaannya akan megah dan diwarnai koreografi dan musik nan indah serta mengajak penonton untuk terlibat di dalamnya.

Penyelenggaraan SIPA 2018 juga bakal dibuat lebih lama. Jika biasanya diadakan tiga hari berturut-turut, kali ini SIPA akan digelar lima hari dengan berbagai rangkaian acara menarik, yakni SIPA Goes to Cafe dan SIPA Goes to Campus.

SIPA Goes to Cafe diselenggarakan pada Selasa-Rabu (4–5/9/2018) di Waroeng Kroepoek, Diamond Restaurant, dan Double Decker. Dua seniman turut serta dalam roadshow ini, yaitu Tutut Tuty dan Widya Ayu. Mereka adalah seniman yang terkenal di bidangnya. Dari rilis yang Soloevent terima, SIPA Goes to Cafe kepingin menyampaikan bahwa SIPA adalah milik Kota Solo.

Sedangkan SIPA Goes to Campus akan dikonsep dalam konser musik. Penyanyi yang lagi naik daun, Danilla Riyadi, menjadi bintang tamu utamanya. Konser berbayar yang merupakan kerja sama antara SIPA dan KMF Fisip UNS ini diadakan di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rabu (5/9/2018).

Puncak acara SIPA 2018 digelar Kamis-Sabtu (6-8/9/2018) di Benteng Vastenburg. Berbeda dari edisi-edisi yang lalu, pertunjukan kali ini bakalan berlangsung lebih lama, yaitu dari jam 16.00-23.00 WIB. Tiga penampil yang akan manggung di sore hari antara lain Teman Holic Holobis, Flying Ballons Puppet, dan SIPAS (Semut Ireng Pop Archery Sriwedari).

Pementasan malam hari bakal menampilkan banyak delegasi dari dalam maupun luar negeri, seperti Melati Suryodarmo (Solo), Komunitas Seni Jati Swara (Surabaya), Departemen Pendidikan Tari FPSD UPI (Bandung), Diklat Tari Anjungan Jawa Timur, TMII (Jakarta), Liene Roebana Dance Company (Belanda), Chinese Youth Goodwill Association (Taiwan), Stefano Fardeli (Italia), Filastine and Nova (Spanyol), Capitol University Dance Troupe (Filipina), dll.



Di tahun kesepuluhnya, SIPA akan mengusung tema “We Are The World – We Are The Nations”. “Tema tersebut mempunyai makna kita adalah satu bangsa satu dunia. Tema itu menjadi pesan moral yang akan digelorakan di panggung SIPA 2018,” tulis Humas SIPA 2018 dalam rilisnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...