Tuesday, September 1, 2026
HomeSeni dan BudayaEdisi Satu Dasawarsa, SIPA 2018 Dibikin Beda

Edisi Satu Dasawarsa, SIPA 2018 Dibikin Beda

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Merayakan edisi spesial satu dasawarsa, Solo International Performing Arts (SIPA) 2018 bakal dibikin menarik dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu bocorannya adalah upacara pembukaannya akan megah dan diwarnai koreografi dan musik nan indah serta mengajak penonton untuk terlibat di dalamnya.

Penyelenggaraan SIPA 2018 juga bakal dibuat lebih lama. Jika biasanya diadakan tiga hari berturut-turut, kali ini SIPA akan digelar lima hari dengan berbagai rangkaian acara menarik, yakni SIPA Goes to Cafe dan SIPA Goes to Campus.

SIPA Goes to Cafe diselenggarakan pada Selasa-Rabu (4–5/9/2018) di Waroeng Kroepoek, Diamond Restaurant, dan Double Decker. Dua seniman turut serta dalam roadshow ini, yaitu Tutut Tuty dan Widya Ayu. Mereka adalah seniman yang terkenal di bidangnya. Dari rilis yang Soloevent terima, SIPA Goes to Cafe kepingin menyampaikan bahwa SIPA adalah milik Kota Solo.

Sedangkan SIPA Goes to Campus akan dikonsep dalam konser musik. Penyanyi yang lagi naik daun, Danilla Riyadi, menjadi bintang tamu utamanya. Konser berbayar yang merupakan kerja sama antara SIPA dan KMF Fisip UNS ini diadakan di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rabu (5/9/2018).

Puncak acara SIPA 2018 digelar Kamis-Sabtu (6-8/9/2018) di Benteng Vastenburg. Berbeda dari edisi-edisi yang lalu, pertunjukan kali ini bakalan berlangsung lebih lama, yaitu dari jam 16.00-23.00 WIB. Tiga penampil yang akan manggung di sore hari antara lain Teman Holic Holobis, Flying Ballons Puppet, dan SIPAS (Semut Ireng Pop Archery Sriwedari).

Pementasan malam hari bakal menampilkan banyak delegasi dari dalam maupun luar negeri, seperti Melati Suryodarmo (Solo), Komunitas Seni Jati Swara (Surabaya), Departemen Pendidikan Tari FPSD UPI (Bandung), Diklat Tari Anjungan Jawa Timur, TMII (Jakarta), Liene Roebana Dance Company (Belanda), Chinese Youth Goodwill Association (Taiwan), Stefano Fardeli (Italia), Filastine and Nova (Spanyol), Capitol University Dance Troupe (Filipina), dll.



Di tahun kesepuluhnya, SIPA akan mengusung tema “We Are The World – We Are The Nations”. “Tema tersebut mempunyai makna kita adalah satu bangsa satu dunia. Tema itu menjadi pesan moral yang akan digelorakan di panggung SIPA 2018,” tulis Humas SIPA 2018 dalam rilisnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

More like this

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

Eksplorasi Peran Perempuan Keraton: Retno Sulistyorini Pentaskan KEPUTREN di TBJT

Soloevent.id - Retno Sulistyorini sukses menampilkan karya terbarunya yang berjudul KEPUTREN di Teater Arena...

Ketika Seni Turun ke Jalan : Pre-Event 2 SIPA 2026 Guncang Koridor Gatsu

Surakarta, 22 Agustus 2026 — Menjelang gelaran utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2026,...