Thursday, August 13, 2026
HomePameranMenyelami Prinsip Hidup Suku Bugis Lewat Karya Muhlis Lugis

Menyelami Prinsip Hidup Suku Bugis Lewat Karya Muhlis Lugis

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Kaya akan detail, kelam, dan dramatis. Itulah kesan yang didapat dalam karya grafis dari Muhlis Lugis (29), Juara III Kompetisi Internasional Trienal Seni Grafis Indonesia V 2015 yang digelar oleh Bentara Budaya.

Lewat 30 karya bertema “Ke Mana Harga Diri” yang dipamerkan di Bentara Budaya Balai Soedjatmoko Solo pada 13-20 April 2018, Muhlis menuangkan kritik sosial mengenai hiruk pikuk manusia di era global dari sudut pandang budaya daerahnya.

Muhlis yang berlatar suku Bugis, mengangkat salah satu falsafah hidup suku Bugis yang disebut dengan siri, yaitu rasa malu atau harga diri.

Siri merupakan pembeda seorang manusia dengan binatang yang selalu melakukan sesuatu demi kepentingannya, tanpa berpikir bahwa apa yang dilakukannya tidak sesuai dengan aturan sosial bahkan merugikan orang lain.

Kesempurnaan manusia dalam pandangan hidup suku Bugis adalah apabila mereka memiliki siri. Karena jika tidak ada rasa malu, maka akan menghasilkan korupsi, pencurian, dan perilaku destruktif lainnya.

Seseorang yang tidak memiliki siri berarti dia termasuk tidak sempurna atau hanya disebut sebagai tau-tau (sosok yang meyerupai manusia).

Budaya siri tersebut kemudian ia wujudkan dalam karya seri manusia berkepala tangan. Penikmat karyanya diajak untuk mengarungi alam fantasi Muhlis Lugis yang absurd dan penuh metafora.

“Manusia bergerak utamanya karena ada rasa ingin atau hasrat. Seperti koruptor, tangannya bergerak karena ada hasrat, begitulah jadinya jika tidak punya rasa malu. Ini daya tarik yang luar biasa, tanpa kepala ini mewakili metafor budaya tanpa malu,” ujar Dosen Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta Dr. Edi Sunaryo, saat membuka pameran ini, Jumat (13/4/2018).



Dalam karyanya yang dominan berwarna hitam putih, Muhlis Lugis menerapkan teknik woodcut atau cukil kayu. Teknik yang saat ini jarang dilakukan oleh perupa muda Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Emparty Fest 2026, Hadirkan Ruang Berkarya Para Komunitas Seniman Merdeka

Soloevent.id - Pameran seni bertajuk Emparty Fest 2026 digelar di Taman Budaya Jawa Tengah...

Kirab 9 Pusaka di CFD Solo: Perayaan Semarak HUT ke-9 Museum Keris Nusantara!

Soloevent.id - Museum Keris Nusantara baru saja merayakan hari jadi ke-9 yang jatuh pada...

Korea Tourism Organization Perkuat Kerja Sama denganIndustri Pariwisata melalui Korea Tourism Seminar Solo 2026

Solo, 6 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata...

More like this

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

K-Pop & J-Fest Jadi Satu di SEOKYO FEST 2026 Garapan Anak HI Unisri

Soloevent.id - Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMHI) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo sukses menggelar...