Wednesday, July 22, 2026
HomeSeni dan BudayaCurhatan Seorang Petani Dalam Semar Nunggu Candi

Curhatan Seorang Petani Dalam Semar Nunggu Candi

Published on

- Advertisement -spot_img

TEATER-SOPO-005

 

Soloevent.id – Keresahan dapat diekspresikan lewat berbagai bentuk, contohnya seperti seni teater yang dilakukan oleh Teater Sopo. Di Pentas Produksi 20, mereka mengangkat keresahan tentang dunia pangan di Indonesia lewat “Semar Nunggu Candi”.

 

Kegelisahan ini valid karena ditulis langsung oleh seorang petani tulen. Paiman Hadi Supadmo, Dia adalah petani organik dari Mojogedang, Karanganyar.

 

TEATER-SOPO-07

 

“Beliau umurnya sudah 70-an. Dulu waktu muda aktif dalam organisasi kesenian dan belajar tentang pertunjukan. Beliau mulai gencar menulis naskah setelah kenal dengan Pramoedya Ananta Toer,” ungkap sutradara Pentas Produksi 20 Teater Sopo, Listiyo Budi Santoso.

 

Walau sudah berumur senja, Listiyo mengatakan Paiman masih bisa nyangkul sawah dan sangat sehat, bahkan lebih sehat dari yang berumur muda karena mengonsumsi makanan organik. Paiman pun juga punya sekolah tani organik gratis bagi umum.

 

TEATER-SOPO-06

 

Dalam naskah yang ditulisnya, Paiman menceritakan dua kubu, yakni rayap dan kerbau yang punya sifat berlawanan. Itu merupakan cerminan masyarakat Indonesia dalam dunia pangan saat ini.

 

Cerita berpusat pada tokoh Semar. Ia memimpikan sarang rayap seperti laron yang berterbangan keluar dari sarangnya. Semar berpikir itu bisa terjadi karena ada pembagian tugas yang jelas antaranggota, Sarang rayap punya manfaat yang bagus bagi ekosistem lebih-lebih untuk manusia, misalnya sebagai penyubur tanah dan penumbuh jamur.

 

TEATER-SOPO-08

 

“Hal-hal itu berseliweran di kepala Semar, ‘Sebetulnya ada pertanda apa?’. ‘Semar Nunggu Candi’, candi yang dimaksud adalah sarang rayap itu, yang diimplementasikan ke dunia manusia,” ujar Listiyo.

 

Listiyo berharap pentas ini dapat membuka mata mahasiswa mengenai realita pangan yang ada dan menimbulkan diskusi-diskusi. Sebagai informasi, Teater Sopo mementaskan “Semar Nunggu Candi” sebanyak dua kali, yakni di Mojogedang, Karanganyar, pada 28 Oktober 2017; dan di Taman Balekambang pada 9 November 2017.

 

 

Penulis: Yasinta Rahmawati

Foto: Reza Kurnia Darmawan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

More like this

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

Seniman dari 28 Negara Kumpul di Solo International Art Camp 2026!

Soloevent.id - Yayasan Jagoan Indonesia bersama The Asian Post (member of Infobank Media Group)...