Friday, August 14, 2026
HomeSeni dan BudayaPernikahan Khas Jawa Punya Prosesi Padat

Pernikahan Khas Jawa Punya Prosesi Padat

Published on

- Advertisement -spot_img

KAHIYANG-BOBBY-002

 

Soloevent.id – Jawa, khususnya Jawa Tengah dan lebih fokus lagi pada budaya priayi Solo, punya nilai tradisi yang kuat dan kaya dalam kehidupannya. Apalagi soal pernikahan. Adat di Keraton sangat berpengaruh pada masyarakat Solo terutama pada golongan priayi.

 

Karena pelaksanaan tradisi pernikahan khas Jawa memerlukan biaya  tak sedikit dan melibatkan banyak orang dengan keahlian khusus yang lumayan unik dan langka di jaman sekarang pun memerlukan waktu yang tak singkat,  maka biasanya hanya golongan priayi yang bisa melaksanakan  rangkaian acara tradisi leluhur itu.

 

Kalaupun banyak  priayi Solo dan semua wong Solo di segala lapisan masyarakat masih melestarikan tradisi budaya itu pada pernikahan anak atau keluarganya, biasanya hanya diambil hal-hal pokoknya saja. Karena bila semua acara dilakukan maka memerlukan waktu kurang lebih tiga hingga empat hari bahkan satu minggu.   Malahan sebagian ada yang memangkasnya jadi dua hari saja,  atau dua acara pokok saja biasanya saat ijab kabul dan saat panggih atau resepsi.

 

Namun, di masa sekarang – di mana para sesepuh sudah mulai berkurang, waktu semakin sempit,  dana yang terbatas, dan anak muda sudah berani mengambil keputusan sendiri – maka prosesi pernikahan kadang hanya dilakukan sehari saja bahkan tak lebih dari setengah hari atau dua jam efektif saja.

 

 Rangkaian tradisi pernikahan khas Jawa sangat padat. Ini dimulai dari sebelum acara sampai setelah resepsi. Contohnya, jauh sebelum masuk pada acara pernikahan, ada acara yang disebut nontoni  yang bermakna meneliti atau melihat calon mantunya. Biasanya bila akan menikahkan anak perempuannya maka orang tua bakal melewati proses nontoni pada calon mantunya. Biasanya atau idealnya akan dilihat bobot, bebet, dan bibitnya:  keturunannya atau nasabnya, keahliannya, dan kecakapannya.

 

Setelah cocok ada proses menentukan hari baik. Orang Jawa biasanya bakalan minta tolong pada sesepuh yang ahli di bidang penentuan tanggal hari pernikahan. Dulu di belakang museum Radya Pustaka ada Mbah Hadi yang suka dimintai tolong orang tua yang akan punya hajat mantu untuk mencarikan tanggal baik dari weton lahir calon pengantin putra dan putri.

 

Salah satu tradisi pernikahan khas Jawa bisa disaksikan saat pernikahan putri Preseiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dengan Bobby Nasution.

 

 

Penulis: Puitri Hati Ningsih

Foto: Instagram (@jimboeng_photography)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Emparty Fest 2026, Hadirkan Ruang Berkarya Para Komunitas Seniman Merdeka

Soloevent.id - Pameran seni bertajuk Emparty Fest 2026 digelar di Taman Budaya Jawa Tengah...

Kirab 9 Pusaka di CFD Solo: Perayaan Semarak HUT ke-9 Museum Keris Nusantara!

Soloevent.id - Museum Keris Nusantara baru saja merayakan hari jadi ke-9 yang jatuh pada...

Korea Tourism Organization Perkuat Kerja Sama denganIndustri Pariwisata melalui Korea Tourism Seminar Solo 2026

Solo, 6 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata...

More like this

Emparty Fest 2026, Hadirkan Ruang Berkarya Para Komunitas Seniman Merdeka

Soloevent.id - Pameran seni bertajuk Emparty Fest 2026 digelar di Taman Budaya Jawa Tengah...

Kirab 9 Pusaka di CFD Solo: Perayaan Semarak HUT ke-9 Museum Keris Nusantara!

Soloevent.id - Museum Keris Nusantara baru saja merayakan hari jadi ke-9 yang jatuh pada...

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...