Tuesday, February 10, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMakna Tersembunyi Di Balik Prosesi Siraman

Makna Tersembunyi Di Balik Prosesi Siraman

Published on

- Advertisement -spot_img

KAHIYANG-BOBBY-004

 

Soloevent.id – Beberapa hari kemarin menyimak pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution? Prosesi pernikahan putri Presiden Joko Widodo itu dilakukan menggunakan tradisi Jawa.

 

Dalam tradisi pernikahan Jawa, satu hari sebelum resepsi biasanya akan dilakukan prosesi seperti di bawah ini:

 

 

PEMASANGAN BLEKETEPE

Ayah pengantin perempuan alias yang punya hajat mantu akan memasang bleketepe atau janur kuning di atap tratag di depan rumahnya. Pemasangan bleketepe sebagai tanda dimulainya hajatan mantu.

 

 

SIRAMAN

Siraman dilakukan sebelum pengantin melaksanakan ijab kabul dan panggih.  Siraman dimaksudkan untuk menyucikan dari hal-hal negatif sekaligus membersihkan diri sebelum melangkah pada ikatan pernikahan.

 

Siraman menggunakan tujuh sumber mata air yang berbeda. Ini dimaksudkan untuk menyatukan berbagai kekuatan dan penghidupan yang saling berpencar dari segala penjuru mata angin.  Air siraman dari pihak putri akan dikirim ke pihak pengantin laki-laki yang dalam waktu sama juga mengadakan siraman. Air siraman dicampur dengan bunga mawar, melati, dan kenanga untuk menenangkan dan memantapkan perasaan hati kedua mempelai.

 

Siraman putri dilakukan oleh orang tua pengantin putri dan para sepuh putri, karena acara ini sifatnya semi privat dan khusus untuk keputren. Setelah siraman, ayah dari pengantin putri akan menggendong anak gadisnya sebagai simbol melepasnya kepada sang suami, dan sebagai gendongan ayah yang terakhir. Juga ada acara dhulang pungkasan, dimana orang tua untuk yang terakhir kalinya menyuapi si anak gadis sebelum disuapi atau dihidupi oleh suaminya.

 

 

DHODHOL DAWET

Acara ini dilakukan olah ibu pengantin putri. Saat berjualan, sang ayah akan memayungi ibu. Para tamu akan membelinya dengan kereweng atau pecahan genting. Nanti kereweng itu akan disimpan di bawah bantal sebagai simbol harta dan kekayaan yang makin banyak dan berkah.

 

Dawet adalah minuman  ringan yang menyegarkan yang dibikin dari santan kelapa,  gula jawa dan beras. Semua bahan pokok itu sebagai simbol kesuburan dan bermanfaat bagi sesama.

 

 

MIDHODARENI

Midhodareni adalah malam tirakatan sebelum ijab kabul dan panggih pada keesokan hari. Biasanya akan diisi dengan pengajian di rumah pengantin putri. Konon saat acara ini berlangsung, bidadari akan turun untuk menemani dan mempercantik pengantin putri dari lahir-batin.

 

 

 

Penulis: Puitri Hati Ningsih

Foto: Instagram (@jimboeng_photography)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...

More like this

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...