Thursday, June 11, 2026
HomeSeni dan BudayaPernah Jadi Penari Latar Madonna, Seniman Ini Jadi Maskot SIPA 2017

Pernah Jadi Penari Latar Madonna, Seniman Ini Jadi Maskot SIPA 2017

Published on

- Advertisement -spot_img

 

Soloevent.id – Sudah menanti gelaran Solo International Performing Arts (SIPA) 2017? Untuk menyambut hajatan akbar ini, pada Sabtu (22/7/2017), panitia SIPA 2017 mengenalkan tema dan maskot kepada awak media.

 

Di edisi kesembilannya, “Bahari Kencana Maestro Karya” dipilih sebagai tema. Tema tersebut didasarkan atas kebanggan melimpahnya kekayaan bahari Indonesia. Tema itu nantinya bakal diterapkan dalam bentuk panggung dan sajian masing-masing delegasi.

 

Panggung SIPA 2017 akan dibuat menyerupai KRI Dewaruci. Di tempat itulah karya-karya penampil bakal dipentasksan. Karya-karya dari berbagai lintas seni tersebut menonjolkan unsur bahari. Untuk memperkuat tema, beberapa penampil yang diundang di SIPA 2017 berasal dari daerah-daerah pesisir di Indonesia.

 

Salah satu penampil yang bakalan unjuk gigi di SIPA 2017 adalah Eko Supriyanto alias Eko Pece. Seniman tari yang bermukim di Solo ini telah mementaskan karyanya di berbagai negara.

 

 

Salah satu masterpiece-nya yang dibawa keliling dunia, “Cry Jailolo”, mengangkat tentang kehidupan bawah laut Jailolo, Halmahera Barat, Maluku. Tarian ini dibawakan oleh tujuh pemuda setempat. “Cry Jailolo” bukanlah proses singkat. Risetnya dikerjakan 1,5 tahun. Eko juga sering mengadakan festival seni di Jailolo.

 

Atas pergerakannya itulah Eko Pece ditunjuk sebagai maskot SIPA 2017. “Ketika dipercaya jadi maskot,  saya kaget, soalnya saya merasa belum pantas untuk menjadi itu. Soalnya mash banyak seniman di Solo yang layak,” jelasnya.

 

Nah, di SIPA 2017, lelaki kelahiran Astambul, Kalimantan Selatan, ini juga akan mempertontonkan dua karyanya yang terinspirasi dari bahari. “Di daerah asal saya, ‘bahari’ artinya dahulu. Jika ditarik menjadi produk kesenian, itu ada kaitannya dengan tradisi. Di event mendatang, saya akan menari tradisi dan ada satu tarian lagi yang mengangkat tema kelautan,” ujarnya.

 

Seniman yang berhasil meraih gelar doktor di Universatis Gadjah Mada ini pernah menjadi bagian dalam konser tur Madonna “Drowned World” sebagai penari latar. Ia juga menjadi konsultan tari dalam pentas teater Broadway “Lion King”.

 

Hhmm, penasaran dengan aksi Eko Pece di SIPA 2017? Tunggu tanggal mainnya pada 7-9 September di Benteng Vastenburg.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...