Monday, August 24, 2026
HomeSeni dan BudayaPembukaan Solo 24 Jam Menari 2017: Penari Dan Penonton Lenggeran Bareng

Pembukaan Solo 24 Jam Menari 2017: Penari Dan Penonton Lenggeran Bareng

Published on

- Advertisement -spot_img

SOLO-24-JAM-MENARI

Soloevent.id – Sabtu (29/4/2017) menjadi hari besar para pencinta tari. Merayakan Hari Tari Dunia, lebih dari 3.000 penari berkumpul di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta untuk berpentas di Solo 24 Jam Menari 2017. Tak hanya dari Solo, peserta juga berasal dari sanggar/komunitas tari asal luar kota.

Solo 24 Jam Menari 2017 dibuka oleh Rektor ISI Surakarta, Sri Rochana Widyastutieningrum. Opening ceremony ini juga menandai mulai menarinya Anter Asmorotedjo, Asep Sulaeman, dan Danang Pamungkas selama 24 jam nonstop.

Setelah dikalungi bunga oleh Rektor ISI Surakarta, ketiga penari 24 jam itu mulai berlenggak-lenggok di atas panggung. Mereka juga bergantian unjuk gigi secara solo. Anter Asmorotedjo membawakan karya tari berjudul “Semelah”, Asep Sulaeman tampil dengan gerakan-gerakan silat Sunda, sedangkan Danang Pamungkas menyajikan garapan tari “Middle”.

Selain aksi para penari 24 jam, upacara pembukaan Solo 24 Jam Menari 2017 juga dimeriahkan dengan tari “Garuda Naga” yang dibawakan oleh mahasiswa ISI Surakarta dan penampilan komunitas-komunitas mahasiswa daerah.

Tampil sebagai penutup adalah komunitas mahasiswa Banyumas. Diiringi musik calung, para penari membawakan Tari Lengger dengan ceria. Di akhir penampilannya, mereka mengajak penonton dan tamu undangan berjoget bareng.

Opening ceremony Solo 24 Jam Menari 2017 dipungkasi dengan prosesi arak-arakan ketiga penari 24 jam dari halaman Rektorat menuju Pendhapa Ageng ISI Surakarta.

Rektor ISI Surakarta mengatakan, Solo 24 Jam Menari 2017 digelar sebagai upaya merawat seni tari – khususnya tari tradisi di Nusantara – dan  kebinekaan serta persatuan. Di edisi kesebelasnya, event ini mengambil tema “Merayakan Migrasi Tubuh”.

“Melalui tari diharapkan interaksi antardaerah bisa dijaga. Ini nantinya akan mengembangkan seni daerah. Apabila seni daera tetap berkembang berarti kita bisa menciptakan ketahanan budaya yang akan berdampak pada ketahanan nasional,” jelasnya.

Solo 24 Jam Menari 2017 tak hanya mempertontonkan tari tradisional, melainkan juga kontemporer, kreasi baru, modern, dan lain-lain. Acara ini bakal diakhiri pada Minggu (30/4/2017) jam 06.00 WIB.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Lumicarna Retro Vibes! Intip Kemeriahan Rapmafest 2026 Milad ke-29 UMS Rapma FM.

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM menghadirkan perayaan milad ke-29...

Pawai Pembangunan Kota Solo 2026 Angkat Isu Kepedulian Lingkungan

Soloevent.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menggelar pawai pembangunan dalam rangka peringatan HUT...

More like this

Pawai Pembangunan Kota Solo 2026 Angkat Isu Kepedulian Lingkungan

Soloevent.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menggelar pawai pembangunan dalam rangka peringatan HUT...

Festival Gamelan Nusantara 2026, Tampilkan Tembang Dolanan Dalam Tradisi Musik Gamelan Nusantara

Soloevent.id - Festival Gamelan Nusantara 2026 digelar di Taman Banjarsari Solo, Jumat (21/8/2026). Festival...

Resmi, Mangkunegaran dan SIPA Community Jalin Kemitraan SIPA 2026

Surakarta (20/08/2026) – Pada hari Kamis tanggal 20 bulan Agustus tahun 2026 telah diadakan...