Thursday, April 16, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMeruwat Bumi Lewat Pentas Tari Saat Earth Hour

Meruwat Bumi Lewat Pentas Tari Saat Earth Hour

Published on

- Advertisement -spot_img

ALILA-770X513

Soloevent.id – Di atas gemerlap lampu kota; Mila Rosinta, Dhea Fandari, dan Galih Naga Seno meliuk-liukkan badannya. Gerak tubuh mereka membaur dengan beat-beat musik elektronik yang dimainkan DJ Reza Djaunk.

Diterangi remang-remang lampu UV, sekujur tubuh Mila, Dhea, dan Galih tampak penuh warna dan bercahaya. Warna-warna itu menampakkan perpaduan antara motif tato khas Mentawai dengan batik Parang dan Megamendung.

Saat menari, Dhea dan Mila mencomot beberapa gerakan tari dari berbagai daerah di Indonesia. Gerakan tari tradisi itu digabung dengan gerakan-gerakan yang lebih modern dan disertai lekukan improvisasi. Tempo pementasan semakin meningkat saat Galih beratraksi memainkan buugeng.

Alat tradisional yang menyerupai huruf “s” itu ia putar-putar dan membentuk beberapa pola. Usai beraksi menggunakan buugeng, Galih beralih ke alat lainnya yakni singing bowl. Sewaktu instrumen berwujud mangkuk itu dimainkan, suasana sakral tiba-tiba muncul. Apalagi ditambah lantunan mantra-mantra yang didengungkan Galih menggunakan diafragma.

Saat Dhea, Mila, Galih, dan DJ Reza Djaunk tampil; aksi mereka selalu dijepret oleh para fotografer. Pementasan berjudul Glowing Earth Hour ini memang dikhususkan bagi penggemar foto. “Untuk memeriahkan Earth Hour, kami ingin memberikan sesuatu yang beda, khususnya bagi fotografer,” kata PR & Event Marketing Executive Alila Solo Hotel, Tesa Pujiastuti.

Yap, sesuai judulnya, performing art tersebut digelar bertepatan dengan pelaksanaan Earth Hour 2017. Galih berharap, pementasan ini dapat membawa kedamaian di bumi. “Karena itulah saya menyelipkan mantera-mantera di salah satu bagian penampilan kami,” ujarnya. Galih mengungkapkan, mantera-mantera itu ditujukan untuk meruwat bumi dari segala konflik dan kerusakan alam. Menurut dia, Earth Hour menjadi momen yang tepat untuk melakukannya.

Galih membawa buugeng dalam pementasan ini karena benda tersebut merupakan simbol pergerakan dinamis alam semesta dan juga jadi simbol yin dan yang (keseimbangan). Sedangkan singing bowl dimainkan karena alat itu mampu memberi engeri positif bagi pendengar dan bumi.

Glowing Earth Hour 2017 digelar pada 25 Maret 2017 di Agra Rooftop Bar & Lounge Alila Solo Hotel.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Keanggunan Lurik dalam Perayaan Semangat Kartini di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.id - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, The Sunan Hotel Solo menyelenggarakan acara bertajuk...

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...

Rayakan Anniversary QModels Gelar Runway show Arabian Night di Neo Solo Grand Mall

Soloevent.id - QModels Agency menggelar acara bertajuk Runway Show Arabian Night, Sabtu (11/4/2026) di...

More like this

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...