Wednesday, May 27, 2026
HomeSeni dan BudayaMeruwat Bumi Lewat Pentas Tari Saat Earth Hour

Meruwat Bumi Lewat Pentas Tari Saat Earth Hour

Published on

- Advertisement -spot_img

ALILA-770X513

Soloevent.id – Di atas gemerlap lampu kota; Mila Rosinta, Dhea Fandari, dan Galih Naga Seno meliuk-liukkan badannya. Gerak tubuh mereka membaur dengan beat-beat musik elektronik yang dimainkan DJ Reza Djaunk.

Diterangi remang-remang lampu UV, sekujur tubuh Mila, Dhea, dan Galih tampak penuh warna dan bercahaya. Warna-warna itu menampakkan perpaduan antara motif tato khas Mentawai dengan batik Parang dan Megamendung.

Saat menari, Dhea dan Mila mencomot beberapa gerakan tari dari berbagai daerah di Indonesia. Gerakan tari tradisi itu digabung dengan gerakan-gerakan yang lebih modern dan disertai lekukan improvisasi. Tempo pementasan semakin meningkat saat Galih beratraksi memainkan buugeng.

Alat tradisional yang menyerupai huruf “s” itu ia putar-putar dan membentuk beberapa pola. Usai beraksi menggunakan buugeng, Galih beralih ke alat lainnya yakni singing bowl. Sewaktu instrumen berwujud mangkuk itu dimainkan, suasana sakral tiba-tiba muncul. Apalagi ditambah lantunan mantra-mantra yang didengungkan Galih menggunakan diafragma.

Saat Dhea, Mila, Galih, dan DJ Reza Djaunk tampil; aksi mereka selalu dijepret oleh para fotografer. Pementasan berjudul Glowing Earth Hour ini memang dikhususkan bagi penggemar foto. “Untuk memeriahkan Earth Hour, kami ingin memberikan sesuatu yang beda, khususnya bagi fotografer,” kata PR & Event Marketing Executive Alila Solo Hotel, Tesa Pujiastuti.

Yap, sesuai judulnya, performing art tersebut digelar bertepatan dengan pelaksanaan Earth Hour 2017. Galih berharap, pementasan ini dapat membawa kedamaian di bumi. “Karena itulah saya menyelipkan mantera-mantera di salah satu bagian penampilan kami,” ujarnya. Galih mengungkapkan, mantera-mantera itu ditujukan untuk meruwat bumi dari segala konflik dan kerusakan alam. Menurut dia, Earth Hour menjadi momen yang tepat untuk melakukannya.

Galih membawa buugeng dalam pementasan ini karena benda tersebut merupakan simbol pergerakan dinamis alam semesta dan juga jadi simbol yin dan yang (keseimbangan). Sedangkan singing bowl dimainkan karena alat itu mampu memberi engeri positif bagi pendengar dan bumi.

Glowing Earth Hour 2017 digelar pada 25 Maret 2017 di Agra Rooftop Bar & Lounge Alila Solo Hotel.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Bank Indonesia Solo Gelar ADIKARYA FEST 2026: Perkuat Sistem Digitalisasi dan UMKM di Solo Raya

Soloevent.id - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo kembali menggelar acara ADIKARYA FEST 2026 pada...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

More like this

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...