Tuesday, September 8, 2026
HomeSeni dan BudayaSejarah Kuliner Tengkleng Di Kota Solo

Sejarah Kuliner Tengkleng Di Kota Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

 

tengkeleng-kambing

Soloevent.id – Solo dan kuliner merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan. Bukan hanya Solo, setiap kota pasti punya ragam kuliner masing-masing sebagai ciri daerah. Di Solo, beragam makanan ada sebagai simbol keanekaragaman kuliner. Tentu hal tersebut menambah daftar khasanah kuliner nusantara.
Tengkleng merupakan salah satu makanan khas dari Solo yang telah ada kurang lebih sejak abad ke 19. Tak beda jauh dengan gulai kambing yang telah banyak dikenal. Bahan dasar tengkleng hampir sama dengan gulai. Perbedaan yang nampak jelas dapat dilihat pada kuah keduanya. Kuah tengkleng lebih encer dibanding dengan kuah gulai yang terkenal kental. Jika pada gulai berisi potongan daging kambing, tengkleng justru berisi tulang belulang atau jeroan kambing.

Mengapa demikian? Dahulu, daging kambing hanya dinikmati oleh kaum bangsawan, pejabat Belanda atau priyayi di istana. Bagi kaum biasa, menyantap daging kambing merupakan hal yang mewah. Rakyat biasa hanya mampu membeli bagian tulang atau jeroan yang tidak digemari para priyayi.
Kemampuan memasak yang dimiliki masyarakat Jawa khususnya Solo, membuat tulang atau jeroan kambing tersebut menjadi santapan yang tak kalah nikmat dengan olahan daging kambing yang biasa disantap kaum bangsawan. Justu sekarang ini, tengkleng bukan lagi makanan murah. Tengkleng telah naik kelas menjadi makanan mewah yang diburu oleh para wisatawan yang berkunjung ke kota Solo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Festival Payung Indonesia ke-13 di Taman Balekambang.

Soloevent.id - Festival Payung Indonesia (FESPIN) kembali digelar pada Jumat-Minggu (4-6/9/2026) di Taman Balekambang...

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

More like this

Kemeriahan Festival Payung Indonesia ke-13 di Taman Balekambang.

Soloevent.id - Festival Payung Indonesia (FESPIN) kembali digelar pada Jumat-Minggu (4-6/9/2026) di Taman Balekambang...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

Eksplorasi Peran Perempuan Keraton: Retno Sulistyorini Pentaskan KEPUTREN di TBJT

Soloevent.id - Retno Sulistyorini sukses menampilkan karya terbarunya yang berjudul KEPUTREN di Teater Arena...