Tuesday, January 13, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaFestival Anak 2016: Ajang Unjuk Diri Anak Didik Solo Mengajar

Festival Anak 2016: Ajang Unjuk Diri Anak Didik Solo Mengajar

Published on

- Advertisement -spot_img

edit-770-513

Soloevent.id – Wajah-wajah ceria tampak di panggung Festival Anak 2016. Minggu (18/12/2016) pagi, bocah-bocah didikan tujuh Taman Cerdas dan dua Rumah Mengajar se-Solo, mementaskan beragam pertunjukan seni di Taman Balekambang. Mereka tampil percaya diri.

Salah satu yang berpartisipasi dalam acara itu adalah Taman Cerdas Gandekan. Berkolaborasi dengan kelompok karawitan Siwi Sekar Gandes dari SD N Gandekan 230, mereka mementaskan drama kolosal berjudul “Insiden Merah Putih”. Dimeriahkan oleh 25 anak, pertunjukan itu mengisahkan tentang perlawanan warga Surabaya terhadap Belanda, yang terjadi pada 19 September 1945.

Menggunakan properti bambu runcing, warga Surabaya berhasil mengalahkan tentara Belanda yang bersenjatakan senapan. Pekikan kata merdeka kemudian dilantangkan para pemeran arek Suroboyo dari atas panggung. Pementasan itu berakhir dengan dirobeknya warna biru pada bendera Belanda, sehingga menjadi warna bendera Indonesia.

Selain itu, ada juga penampilan dari Taman Cerdas Sumber yang mementaskan Tari Saman, Taman Cerdas Mojosongo menampilkan “Opera Bocah”, Taman Cerdas Joyotakan membawakan lakon “Andhe-Ande Lumut”, Rumah Mengajar Banyuagung menyajikan “Senandung dari Tanah Papua”, dan lainnya. Festival Anak 2016 disemarakkan pula oleh suguhan Tari Dolanan Bocah dari Sanggar Tari Soerya Soemirat.

Festival Anak 2016 merupakan event besar kedua Solo Mengajar. Mengangkat tema “Membangun Jiwa Ksatria Anak”, kegiatan ini diharapkan bisa semakin menumbuhkan kecintaan anak terhadap budaya bangsa. “Acara ini dibikin pementasan supaya adik-adik berani tampil di depan penonton,” terang Ketua Panitia Festival Anak 2016, Deni Novianto.

Koordinator Acara Festival Anak 2016, Frans Agil, menambahkan, ada 400-an anak didik yang mengikuti kegiatan ini. Untuk mempersiapkan pementasan, mereka didampingi relawan Solo Mengajar. “Adik-adik maupun relawan tidak semuanya memiliki basic seni. Namun, demi acara ini kami berusaha menampilkan yang terbaik,” katanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

Gak Ada Kembang Api di Solo? Ternyata Ini Alasan Haru di Balik Car Free Night (CFN) 2026!

Soloevent.id - Pemerintah Kota Surakarta memperingati malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan menggelar Solo...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...