Thursday, May 21, 2026
HomeSeni dan BudayaMaskot SIPA 2016 Tampilkan “Maha Swara”

Maskot SIPA 2016 Tampilkan “Maha Swara”

Published on

- Advertisement -spot_img

soloevent-05252016-foto-sipa-02

 

Soloevent.id – 300-an seniman dari dalam dan luar negeri akan menghangatkan tiga hari penyelenggaraan Solo International Performing Arts (SIPA) 2016. Dihelat di Benteng Vastenburg, Kamis-Sabtu (8-10/9/2016), SIPA edisi sewindu ini tampil beda. Mengusung tema “Maha Swara”, 60 persen penampil bakal menyuguhkan pertunjukan musik, sedangkan 40 persen lainnya menyajikan pentas tari dan performance art.

Kota Solo selaku tuan rumah mengirim empat delegasinya yakni Peni Candra Rini, Semarak Candra Kirana Art Center, Gondrong Gunarto, dan Sruti Respati. Nama-nama yang telah malang-melintang di jagad musik Tanah Air turut unjuk gigi. Sebut saja Dewa Budjana, Maya Hasan, Djaduk Ferianto & Kua Etnika, Vicky Sianipar, dan lainnya.

Sedangkan Park Na Hoon Dance Company, Premijit Manipuri Dance Group, Philip Graulty, Blessing Chimanga, Rodrigo Parejo, Nadi, Neil Chua & Ruanatworkz menjadi perwakilan luar negeri. Selama tiga hari, panggung SIPA 2016 bakalan disemarakkan oleh 21 penampil. Di tiap hari, ada tujuh pengisi acara yang akan menghibur penonton.

Salah satu penampil yang juga menjadi maskot SIPA 2016, Peni Candra Rini, bakal mengetengahkan repertoar berjudul “Maha Swara”. Dalam pementasan ini, Peni mengajak kolaborasi musisi luar dan dalam negeri. Nama-nama yang turut serta dalam kolaborasi lintas negara ini telah disebutkan di atas – kecuali Park Na Hoon Dance Company dan Premijit Manipuri Dance Group

Peni menggambarkan “Maha Swara” sebagai pentas musik yang menampilkan bunyi-bunyi tidak populer di telinga orang. “Kami mengusung world music. Yang akan kami tampilkan tidak hanya bunyi-bunyi asal Indonesia, melainkan juga luar negeri,” terangnya.

“Bunyi-bunyi ini jauh dari hingar-bingar. Namun, itu hanya metaforanya saja. Maksud dari pementasan ini adalah kami ingin mengajak orang-orang untuk menyuarakan suaranya,” jelasnya kepada awak media, Selasa (6/9/2016).

Bunyi-bunyi itu bakal dimunculkan dari gamelan, drum set, gitar, dan beberapa instrumen lain. Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta itu mengaku menggarap komposisi “Maha Swara” selama tiga bulan. “Saya kirim komposisinya ke mereka [musisi luar negeri], kemudian mereka mempelajarinya,” ungkap dia.

“Maha Swara” bakal ditampilkan selama dua hari, Jumat dan Sabtu.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Meski Balon Udara Gagal Terbang, Warga Tetap Padati Alun-Alun Utara Solo

Soloevent.id - Belasan balon udara yang disiapkan manajemen Bank Jateng Syariah Cabang Solo dalam...

Dari Kuliner Viral sampai Guyon Waton, Ini Keseruan Uleg Bazar Kuliner 2026 di Mangkunegaran

Soloevent.id - Uleg Bazar Kuliner (UBK) 2026 digelar pada 14 hingga 17 Mei 2026...

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...

More like this

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

26 Delegasi Dari 23 Daerah Siap Meriahkan Event Semarak Budaya Indonesia 2026

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 kembali menghadirkan perhelatan budaya yang mempersatukan keberagaman...