Sunday, August 9, 2026
HomeSeni dan Budaya10 Daerah Bakal Meriahkan Festival Payung Indonesia 2016

10 Daerah Bakal Meriahkan Festival Payung Indonesia 2016

Published on

- Advertisement -spot_img

EDIT 770x400 (2)

Soloevent.id – Bulan depan, Festival Payung Indonesia 2016 kembali digelar. Sama seperti dua edisi sebelumnya, event kali ini masih bertempat di Taman Balekambang, Solo.

Digelar selama tiga hari, 23-25 September 2016, acara ini punya beragam kegiatan, di antaranya pameran payung tradisi, workshop, pentas tari, fashion show, sarasehan, dan lain-lain. Panitia juga bakal menggarap instalasi-instalasi payung yang sepertinya jadi daya tarik utama pengunjung.

Bertema “Exploring Indonesia”, Festival Payung Indonesia 2016 mengajak sepuluh daerah di Indonesia untuk berpartisipasi di acara ini. Para delegasi tersebut antara lain Tasikmalaya, Kalibagor, Sawahlunto, Juwiring, Ubud, Yogyakarta.

Kesepuluhnya merupakan daerah yang masih memiliki khasanah budaya payung tradisi. “Kami menantang mereka untuk membikin karya tari berdasarkan payung-payung tradisi,” ungkap Ketua Panitia Festival Payung Indonesia 2016, Heru Prasetya, Minggu (21/8/2016).

Sebelum akhirnya diajak mengikuti Festival Payung Indonesia 2016, Heru dan timnya terlebih dahulu melakukan riset dan penelitian terhadap calon peserta festival tahun ini. “Sepuluh daerah yang kami undang tersebut masih memiliki kebudayaan payung tradisi. Saya yakin masih ada banyak daerah yang memiliki payung tradisi, tetapi untuk sekarang kami fokus kepada sepuluh ini dulu,” tuturnya.

Di antara sepuluh itu, terdapat daerah yang hingga saat ini perajin payungnya masih eksis. Namun, menurut Heru, kondisinya memprihatinkan. “Jumlah perajin semakin berkurang. Contohnya Kendal, di sana tinggal satu perajin. Di Sawahlunto hanya ada dua. Sebenarnya mereka pernah mengalami masa-masa kejayaan, tetapi sekarang kondisinya semakin memprihatinkan,” terang dia.

Salah satu yang menyebabkan kondisi tersebut yaitu mampetnya keran regenerasi. Heru mengatakan, pembuatan payung tradisi membutuhkan skill yang mumpuni. Kemampuan itu biasanya diwariskan turun-temurun. Namun, kata Heru, anak-anak muda tidak lagi meneruskan.

Festival Payung Indonesia 2016 berusaha menjadi wadah pertemuan antarperajin yang bakalan memperkuat niatan untuk terus melestarikan payung tradisi. Dari pergelaran ini, Heru juga berharap agar pemerintah semakin terdorong untuk memerhatikan mereka. “Payung adalah salah satu pusaka budaya yang mestinya juga dapat perhatian besar juga,” paparnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Korea Tourism Organization Perkuat Kerja Sama denganIndustri Pariwisata melalui Korea Tourism Seminar Solo 2026

Solo, 6 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata...

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

More like this

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...