Saturday, May 16, 2026
HomeSeni dan Budaya10 Daerah Bakal Meriahkan Festival Payung Indonesia 2016

10 Daerah Bakal Meriahkan Festival Payung Indonesia 2016

Published on

- Advertisement -spot_img

EDIT 770x400 (2)

Soloevent.id – Bulan depan, Festival Payung Indonesia 2016 kembali digelar. Sama seperti dua edisi sebelumnya, event kali ini masih bertempat di Taman Balekambang, Solo.

Digelar selama tiga hari, 23-25 September 2016, acara ini punya beragam kegiatan, di antaranya pameran payung tradisi, workshop, pentas tari, fashion show, sarasehan, dan lain-lain. Panitia juga bakal menggarap instalasi-instalasi payung yang sepertinya jadi daya tarik utama pengunjung.

Bertema “Exploring Indonesia”, Festival Payung Indonesia 2016 mengajak sepuluh daerah di Indonesia untuk berpartisipasi di acara ini. Para delegasi tersebut antara lain Tasikmalaya, Kalibagor, Sawahlunto, Juwiring, Ubud, Yogyakarta.

Kesepuluhnya merupakan daerah yang masih memiliki khasanah budaya payung tradisi. “Kami menantang mereka untuk membikin karya tari berdasarkan payung-payung tradisi,” ungkap Ketua Panitia Festival Payung Indonesia 2016, Heru Prasetya, Minggu (21/8/2016).

Sebelum akhirnya diajak mengikuti Festival Payung Indonesia 2016, Heru dan timnya terlebih dahulu melakukan riset dan penelitian terhadap calon peserta festival tahun ini. “Sepuluh daerah yang kami undang tersebut masih memiliki kebudayaan payung tradisi. Saya yakin masih ada banyak daerah yang memiliki payung tradisi, tetapi untuk sekarang kami fokus kepada sepuluh ini dulu,” tuturnya.

Di antara sepuluh itu, terdapat daerah yang hingga saat ini perajin payungnya masih eksis. Namun, menurut Heru, kondisinya memprihatinkan. “Jumlah perajin semakin berkurang. Contohnya Kendal, di sana tinggal satu perajin. Di Sawahlunto hanya ada dua. Sebenarnya mereka pernah mengalami masa-masa kejayaan, tetapi sekarang kondisinya semakin memprihatinkan,” terang dia.

Salah satu yang menyebabkan kondisi tersebut yaitu mampetnya keran regenerasi. Heru mengatakan, pembuatan payung tradisi membutuhkan skill yang mumpuni. Kemampuan itu biasanya diwariskan turun-temurun. Namun, kata Heru, anak-anak muda tidak lagi meneruskan.

Festival Payung Indonesia 2016 berusaha menjadi wadah pertemuan antarperajin yang bakalan memperkuat niatan untuk terus melestarikan payung tradisi. Dari pergelaran ini, Heru juga berharap agar pemerintah semakin terdorong untuk memerhatikan mereka. “Payung adalah salah satu pusaka budaya yang mestinya juga dapat perhatian besar juga,” paparnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Benning Aesthetic Clinic Solo Rayakan Anniversary ke-16 : Defining The Future of Beauty

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary ke-16, Benning Aesthetic Clinic Solo menggelar pameran spektakuler...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

Indonesia’s Horse Racing 2026 Hadirkan Pacuan Kuda, Budaya Jawa, dan Hiburan Modern di Tegalwaton

Tegalwaton – Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dipadati sekitar 30.000 pengunjung...

More like this

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

26 Delegasi Dari 23 Daerah Siap Meriahkan Event Semarak Budaya Indonesia 2026

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 kembali menghadirkan perhelatan budaya yang mempersatukan keberagaman...

Libatkan 7.750 Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Sudah Kantongi Sertifikasi World Athletics

Soloevent.id - Mangkunegaran Run 2026 kembali digelar di Kota Solo, Minggu (3/5/2026). Ajang lari...