Sunday, September 6, 2026
HomeSeni dan BudayaBeraksi Di Solo 24 Jam Menari 2016, Mudjo Setiyo Latihan Sewajarnya

Beraksi Di Solo 24 Jam Menari 2016, Mudjo Setiyo Latihan Sewajarnya

Published on

- Advertisement -spot_img

BERAKSI DI SOLO 24 JAM MENARI 2016, MUDJO SETIYO LATIHAN SEWAJARNYA

Soloevent.id – “Wajar-wajar saja.” Begitulah yang diucapkan Mudjo Setiyo kepada pewarta, saat ditanyai soal kesiapannya di Solo 24 Jam Menari 2016. Ia menganggap apa yang dilakukannya bukanlah sesuatu yang spesial, karena latihan menari adalah hal yang lumrah bagi seorang penari. Persiapannya itu malah ia pandang sebagai olahraga.

Hal itu dikemukakan Mudjo sebelum gong tanda dimulainya Solo 24 Jam Menari 2016 ditabuh di Rektorat Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Kamis (28/4/2016). Sore itu sang seniman kawakan dari Wayang Orang Bharata, Jakarta, itu tampak bersemangat. Sang penari tersebut mengawali debutnya dalam Solo 24 Jam Menari 2016 dengan mengenakan kostum khas Betawi.

Mudjo dan seorang penari 24 jam lainnya, Samsuri, resmi menari satu hari penuh pada pukul 16.10 WIB. Bebebrapa orang beranggapan bahwa aksi menari 24 jam tahun ini lebih berat dibanding 2015 lalu, karena para penari mengawali dan mengakhiri tarian di sore hari.

Namun, saat disinggung mengenai hal itu, Mudjo menjawab dengan mantab. “Tidak ada pengaruh,” ujarnya, sembari menambahkan jika sesuatu dikerjakan dengan hati sanubari dan niat, maka akan berakhir manis.

Selain latihan menari, demi menunjang performanya sewaktu berlenggak-lenggok selama satu hari non stop, Mudjo mengaku banyak menjalani kegiatan selama 24 jam sewaktu berada di rumah. “Aktivitas itu di luar tari,” ungkapnya. Walaupun hanya berlatih sewajarnya, tetapi lelaki berusia 60 tahun ini pnnya keyakinan kuat bahwa ia bakal merampungkan misinya.

Ia menceritakan, awal mula partisipasinya dalam Solo 24 Jam Menari 2016 berasal dari panggilan hatinya. Sebagai salah seorang seniman kawakan di Wayang Orang Bharata, dia merasa geregetan karena kelompoknya belum pernah berpartisipasi dalam event akbar tersebut.

“Saya mikir, dari dulu kok Bharata cuma diam saja. Kemudian saya usul ke teman-teman di Bharata supaya ikut di tahun ini. Ketika ditanyai teman-teman siapa yang bakal diutus, saya menjawab, ‘Saya sendiri yang akan memprakarsainya.’ Apa yang saya lakukan ini juga berkat dukungan anak-anak Bharata,” jelasnya.

Di Solo 24 Jam Menaro 2016, Mudjo Setiyo menyuguhkan tiga karya tarinya yang berlakon “Sejatining Urip”, “Manunggaling Budi lan Karso”, dan “Satriya Piningit”.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

More like this

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

Eksplorasi Peran Perempuan Keraton: Retno Sulistyorini Pentaskan KEPUTREN di TBJT

Soloevent.id - Retno Sulistyorini sukses menampilkan karya terbarunya yang berjudul KEPUTREN di Teater Arena...

Ketika Seni Turun ke Jalan : Pre-Event 2 SIPA 2026 Guncang Koridor Gatsu

Surakarta, 22 Agustus 2026 — Menjelang gelaran utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2026,...