Sunday, August 23, 2026
HomeMusikRecord Store Day 2016 Kota Solo Jadi Ajang Rilis Karya

Record Store Day 2016 Kota Solo Jadi Ajang Rilis Karya

Published on

- Advertisement -spot_img

RECORD STORE DAY SOLO 2016 JADI AJANG RILIS KARYA

Soloevent.id – Kancah musik berdikari Kota Solo semakin menggeliat. Hal tersebut ditandai dengan rilisnya album penuh, mini album, dan CD demo dari enam band Kota Bengawan. Yang menarik, mayoritas band yang merilis album merupakan band-band pendatang baru. Perilisan dibarengkan dengan pelaksanaan Record Store Day Solo 2016, yang berlangsung di Lokananta, Minggu (17/4/2016).

Keenam band yang merilis album yakni Depresi Mayor, Furious Young, Klavikor, Suabakar, The Sign of Doom, dan Werewolf. Unit grindcore, Depresi Mayor, melepas album penuh perdananya, Real, Feeling, and Think. Grup pop punk, Furious Young, mengeluarkan EP Take Off. Band stoner rock, Klavikor, merilis CD demo yang berisi dua lagu yakni “Differences” dan “Between Active Evil dan Passive Good”.

Gerombolan heavy rock, Suabakar, memuntahkan mini album berisi tiga lagu yang diberi tajuk Samsara. Serupa dengan Klavikor, The Sign of Doom juga merilis CD demo yang memuat lagu “You Are Not a God” dan “Animus”. Penantian kuartet metalcore, Werewolf, selama tujuh tahun akhirnya terbayar di ajang Record Store Day Solo 2016 berkat rilisnya album penuh perdana, Revenge.

RECORD STORE DAY SOLO 2016 JADI AJANG RILIS KARYA2

Gitaris Werewolf, Sinom Jalu Prasaja, mengatakan, band-nya memang sengaja merilis album bertepatan dengan Record Store Day Solo 2016. “Sebenarnya rencana rilis udah sejak Februari kemarin. Tapi karena proses recording belum selesai, akhirnya mundur dan dirampungkan di akhir Maret. Buat perilisannya, kami memilih 17 April biar tepat dengan Record Store Day Solo,” jelasnya saat ditemui Soloevent. Jalu menilai, Record Store Day bisa menjadi momentum para pemusik untuk menelurkan karya.

Komentar sama juga diutarakan oleh vokalis-gitaris Suabakar, Ali Muhammad Diponegoro. Dia beranggapan, Record Store Day merupakan momen sakral bagi para musisi. Yang unik, mini album Samsara dijual dengan tidak dibanderol nominal tertentu. “Terserah orang mau beli berapa. Tujuan kami bikin itu supaya mengajak masyarakat buat menghargai karya orang lain,” terangnya.

Ya, Record Store Day memang kerap dijadikan para musisi untuk menghasilkan karya yang dituangkan dalam rilisan fisik – biasanya diedarkan dalam jumlah terbatas. Dilansir dari akun Instagram RecordStoreDayIndonesia, tahun ini ada 43 band yang mengeluarkan rilisan fisik paling gresnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Resmi, Mangkunegaran dan SIPA Community Jalin Kemitraan SIPA 2026

Surakarta (20/08/2026) – Pada hari Kamis tanggal 20 bulan Agustus tahun 2026 telah diadakan...

Pertama di Solo! Intip Keseruan HYROX di Hybrid Race & Rave 2026

Soloevent.id - Event olahraga Hybrid Race & Rave 2026 yang diinisiasi oleh Grand Onyx...

Sambut HUT RI Ke-81, The Park Mall Solo Gelar Lomba Bakiak Hingga Tarik Tambang

Soloevent.id - Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, The...

More like this

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...