Monday, September 21, 2026
HomeMusikBerburu Rilisan Fisik Di Record Store Day 2016

Berburu Rilisan Fisik Di Record Store Day 2016

Published on

- Advertisement -spot_img

BERBURU RILISAN FISIK DI RECORD STORE DAY SOLO 2016

Soloevent.id – Rilisan fisik belum punah! Di tengah serbuan layanan musik streaming, acara Record Store Day dihelat untuk menggelorakan lagi eksistensi rilisan fisik. Record Store Day diadakan di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Di Indonesia, 18 kota menggelar event tahunan itu. Salah satunya yakni Solo.

Record Store Day 2016 digelar pada Minggu (17/4/2016). Acara ini bertambah spesial karena dilangsungkan di salah satu tempat bersejarah dalam industri musik Tanah Air, Lokananta. 12 booth musik, antara lain Lokananta, De Majors Solo, Alpha Omega, Rambo Wadon, Solonesia, Sound Bomb Records, dan lain-lain, menjajakan dagangan rilisan fisiknya di serambi Lokananta.

Aneka CD, kaset, maupun piringan hitam – baik gres maupun second – dari musisi-musisi dalam dan luar negeri, menjadi incaran para pengunjung. Di booth Alpha Omega, dua rilisan spesial Record Store Day Indonesia 2016 yaitu Dinner Companion/Terdampar dari Sajama Cut (kaset) dan Jimi Hendrikoes dari Kelompok Penerbang Roket (kaset), ludes diserbu.

Menurut Owner Alpha Omega, Tamtomo Widhiandono, selain dua di atas, pihaknya juga menjual empat rilisan eksklusif lain, yakni Neonato dari Fuzzy I (kaset), Toxic Warrior’s Three Way Split dari Piston-Terapi Urine-Jangar (kaset), On Vacation dari Indische Party (kaset), dan Avani dari Primata (kaset).

Senada dengan Alpha Omega, satu rilisan kaset spesial milik band folk punk asal Bandung, Forgotten Generation, juga laris manis di booth Solonesia. “Saya dapat lima buah dari labelnya. Kelimanya terjual semua. Ini menjadi bukti bahwa rilisan fisik masih digemari.,” ujar Owner Solonesia, Catur.

Ia menambahkan, banyaknya band yang merilis kaset di Record Store Day Indonesia menjadi penanda jika di tahun ini kaset masih jadi satu hal yang seksi. Bagi Catur, Record Store Day dimaknai sebagai ajang pergerakan untuk melawan digitalisasi. “Record Store Day juga menggaungkan semangat untuk membeli rilisan fisik. Jika kamu membelinya, itu jadi bentuk support tersendiri kepada band,” tuturnya.

Record Store Day Solo 2016 juga jadi momentum bagi band-band berdikari Kota Solo untuk merilis karya. Band-band tersebut yaitu Depresi Mayor, Furious Young, Klavikor, Suabakar, The Sign of Doom, dan Werewolf.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...