Wednesday, August 5, 2026
HomePameranKulineran Sambil Liat Alat Masak Jadul Di SICF 2016

Kulineran Sambil Liat Alat Masak Jadul Di SICF 2016

Published on

- Advertisement -spot_img

SELAIN KULINERAN BISA JUGA LIAT ALAT MASAK JADUL DI SICF 2016

Soloevent.id – Di era modern ini kegiatan sehari-hari manusia sering dibantu alat-alat canggih, salah satunya yakni pekerjaan di dapur. Orang zaman sekarang lebih mudah dan cepat saat memasak karena menggunakan benda-benda serba otomatis.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan  zaman lalu yang mana mengharuskan orang berproses lama demi menghasilkan sebuah masakan. Atas dasar efisiensi, benda-benda tradisional tersebut sudah banyak ditinggalkan. Coba tengok dapurmu, masihkah ada alat-alat masak tradisional?

Melalui Solo Indonesia Culinary Festival 2016,  beragam perlengkapan tradisional itu dimunculkan lagi ke khalayak ramai melalui Pameran Peralatan Masak Tempo Dulu yang digelar di Benteng Vastenburg, Kamis-Minggu (7-10/4/2016).

Mengusung konsep heritage, Solo Indonesia Culinary Festival 2016 menampilkan 102 item alat masak tradisional. Benda-benda tersebut kebanyakan terbuat dari bambu dan tanah liat. Sebut saja ani-ani, beruk, kalo, dan masih banyak lagi. Apakah kamu merasa asing dengan nama-nama itu?

Ani-ani adalah sebuah pisau kecil yang dipakai untuk memanen padi. Dengan ani-ani, tangkai bulir padi dipotong satu per satu. Beruk merupakan alat penakar beras yang terbuat dari tempurung kelapa. Pada tempo dulu, jual beli beras di pasar tradisional tidak menggunakan timbangan, melainkan menggunakan ukuran berapa jumlah beruk yang dibeli.

Sedangkan kalo digunakan untuk membuat santan dari parutan kelapa. Di dalam kalo, parutan kelapa diberi air sedikit demi sedikit. Kemudian parutan kelapa diremas-remas sampai santannya keluar di bagian bawah kalo.

Salah satu pengunjung SICF 2016, Aloysia Pristiana Yunitasari (27), mengatakan, dari pameran tersebut masyarakat bisa mengenal kebudayaannya. “Beberapa alat ada yang saya ketahui, tapi ada juga yang baru kali ini saya melihatnya. Contohnya ani-ani,” tutur perempuan asal Banyuanyar, Solo, itu.

Menurut Ketua Panitia Solo Indonesia Culinary Festival 2016, Daryono, pameran itu bertujuan untuk mengenalkan masyarakat terhadap beragamnya perlengkapan masak tradisional. “Alat-alat itu mengajarkan kita terhadap makna proses. Kami berharap agar masyarakat khususnya generasi muda teredukasi dari pameran ini,” ungkapnya saat ditemui awak media, Kamis (7/4/2016).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

Fashion & Luncheon “Elegance in Heritage”, Perpaduan Kebaya, Batik, dan Kuliner Nusantara di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.Id - Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan...

More like this

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

K-Pop & J-Fest Jadi Satu di SEOKYO FEST 2026 Garapan Anak HI Unisri

Soloevent.id - Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMHI) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo sukses menggelar...