Saturday, September 19, 2026
HomeMusikKetika Suling Bambu Berbunyi Mirip Kendang Ciblon

Ketika Suling Bambu Berbunyi Mirip Kendang Ciblon

Published on

- Advertisement -spot_img

KETIKA SULING BAMBU BERBUNYI MIRIP KENDANG CIBLON

Malam itu, atmosfer Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah mendadak misterius. Tiga orang yang berada di panggung Bukan Musik Biasa #50 sedang menyajikan musik ritmis yang terdengar mencekam. Suasana itu terbentuk dari bebunyian instrumen yang mereka mainkan.

Jika didengarkan sekilas, akan didapati bunyi snare drum, bel, kendang ciblon, yang saling berpadu membentuk kesatuan. Kadang bunyi tersebut saling bersahutan. Ada pula satu momen di mana bunyi-bunyi itu saling bertumpang tindih dan tak beraturan. Namun akhirnya masih ada benang merah yang menyelaraskan mereka kembali.

Tulisan di atas adalah sedikit gambaran penampilan trio Putut Prabu, Iqbal Lubis, dan Ganzer Lana di Bukan Musik Biasa #50. Seperti nama acaranya, ketiga pria tersebut memainkan musik yang tidak biasa.

Baca juga : Bule Main Musik Tradisional

Yap, bunyi-bunyi seperti yang ditulis di atas, merupakan bunyi-bunyi imitasi. Ada sedikit “keusilan” yang mereka lakukan. Instrumen-instrumen itu sebenarnya berkodrat sebagai alat musik melodis, tetapi Putut cs. mengubahnya jadi ritmis.

Bebunyian tersebut diperoleh dari eksplorasi singkat yang dilakukan ketiganya. Di tangan Putut, suling bambu bisa berbunyi mirip kendang ciblon. “Kebetulan suling yang saya mainkan bentuknya seperti saluang. Lubang-lubang nadanya saya pukul, kok bunyinya unik, ya?” tutur dia saat ditemui usai acara Bukan Musik Biasa #50, Selasa (26/1/2016).

Untuk mendapatkan bunyi snare drum dan lonceng, Iqbal Lubis mengubah tuning serta menempatkan gitarnya di atas floor tom. “Getaran senar yang dipukul oleh alat pukul gamelan, dikirimkan ke membran. Setelah ditangkap membran floor tom, getaran dibawa ke pick up gitar,” jelas gitaris band Sangkakala itu.

Sejatinya, Iqbal menginginkan bebunyian bernuansa soft mirip gender atau gong. Ketika latihan, bunyi tersebut sudah didapatkan. Namun, karena saat live mereka menggunakan mixer dan sound system yang berbeda, bunyi yang dihasilkan juga jadi beda. “Saya sempet terkejut, kok suaranya beda, ya? Tapi nggak apa-apalah, namanya juga jamming dan eksplorasi,” kata Putut sembari terkekeh.

Eksplorasi juga dilakukan oleh Ganzer Lana. Ia mengubah tuning serta menambahkan efek ke sasando-nya. “Saya mengadopsi bunyi cowbell dan ceng-ceng Bali,” terangnya.

Putut mengungkapkan, eksplorasi yang ia dan teman-temannya lakukan merupakan pengejawantahan spirit Bukan Musik Biasa. “I Wayan Sadra – pencetus Bukan Musik Biasa – pernah berkata kalau kita harus bisa keluar dari belenggu kewajaran alat musik. Nah makanya saya coba eksplorasi istrumen. Saya pengen nggak terkekang dengan melodis ataupun ritmis,” urainya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...