Monday, October 26, 2026
HomeMusikAksi Genderang Seruling Canka Lokananta Buat Kagum Penonton Pawai Pembangunan

Aksi Genderang Seruling Canka Lokananta Buat Kagum Penonton Pawai Pembangunan

Published on

- Advertisement -spot_img

 

AKSI GENDERANG SERULING CANKA LOKANANTA BUAT KAGUM PENONTON PAWAI PEMBANGUNAN

Spektakuler! Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan aksi marching band Akademi Militer (Akmil), Genderang Seruling Canka Lokananta, yang turut memeriahkan Pawai Pembangunan, Selasa (18/8/2015).

Di depan panggung kehormatan yang terletak di utara Plaza Sriwedari, Solo, seratusan taruna itu berhasil membuat kagum penonton. Mata dan kuping warga benar-benar dimanjakan oleh para pemain marching band tersebut.

Bagaimana tidak? Sembari mendengarkan 15 komposisi lagu yang memadukan harmonisasi brass, perkusi, dan pit instruments, ribuan penonton yang memadati Jalan Slamet Riyadi dihibur pula oleh aksi lincah para pemain bass drum dan keempat mayoret. Tak hanya itu, Genderang Seruling Canka Lokananta juga menyajikan komposisi gerak baris-berbaris yang rapi.

Sembari mengiringi lagu “Bengawan Solo”, “Set Fire to the Rain”, dan lagu-lagu lainnya, para penabuh bass drum yang memakai kostum harimau, seperti tak kenal lelah. Mereka terlihat tak memedulikan beban yang mereka bawa. Mereka selalu saja hilir mudik di antara rombongan.

Keempat mayoret pun seakan tak mengenal letih. Tidak cuma memimpin dan menjaga irama kelompoknya, mayoret Genderang Seruling Canka Lokananta yang terdiri dari dua pria dan dua wanita itu selalu melakukan atraksi dengan batonnya. Mereka memutar tongkatnya itu, dan beberapa kali melepaskannya ke udara, kemudian menangkapnya dengan cekatan.

Mayoret Genderang Seruling Canka Lokananta, Sersan Mayor Satu Taruna I Made Ramadas, mengatakan perlu loyalitas tinggi untuk memimpin kelompoknya. “Begitu pula dengan rekan-rekan. Mereka juga perlu loyalitas tinggi untuk menghargai penata irama. Jadi saat diatur oleh kami, mereka mau melaksanakan,” tuturnya sebelum Pawai Pembangunan dimulai.

Danyontar Madya Mentar Akmil, Mayor Inf Amrul Huda, mengatakan untuk membina kekompakan, dibutuhkan banyak jam terbang dan latihan. “Latihan memakan waktu yang panjang. Mereka juga harus fokus ke studinya. Dengan manajemen waktu, semua bisa diatasi,” terangnya saat ditemui awak media.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Solo Documentary Film Festival 2026, Hadirkan Ruang Perayaan Bagi Pembuat Film Dokumenter

Soloevent.id - Solo Documentary Festival kembali digelar pada Jumat-Minggu (23-25/10/2026) di Hook Omah Sinten...

Nusantara Berwastra! Malam Penobatan Duta Budaya Indonesia 2026 di Balekambang Solo

Soloevent.id - Budaya adalah warisan sebuah bangsa tanpa budaya sebuah bangsa tak akan memiliki...

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

More like this

Solo Documentary Film Festival 2026, Hadirkan Ruang Perayaan Bagi Pembuat Film Dokumenter

Soloevent.id - Solo Documentary Festival kembali digelar pada Jumat-Minggu (23-25/10/2026) di Hook Omah Sinten...

Nusantara Berwastra! Malam Penobatan Duta Budaya Indonesia 2026 di Balekambang Solo

Soloevent.id - Budaya adalah warisan sebuah bangsa tanpa budaya sebuah bangsa tak akan memiliki...

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...