Friday, October 9, 2026
HomePameranSosok Ibu Tertuang Dalam Kertas Karbon Karya Tere

Sosok Ibu Tertuang Dalam Kertas Karbon Karya Tere

Published on

- Advertisement -spot_img

SOSOK IBU TERTUANG DALAM KERTAS KARBON KARYA TERE

Jika setiap orang diberi pertanyaan, “Kata apakah yang cocok menggambarkan sosok ibu?”, akan ada banyak jawaban tentangnya. Namun yang pasti sebagian besar jawaban mempunyai benang merah sama: ia adalah guru terbaik, yang rela berjuang demi kesejahteraan anak-anaknya. Pun sosoknya lekat dengan figur yang mengasihi dengan cinta tulus nan abadi.

Inspirasi itulah yang mendasari Theresia Agustina Sitompul dalam mengguratkan karya-karyanya. Dari pemilihan judul “Pada Tiap Rumah Hanya Ada Seorang Ibu”, sangat jelas bagaimana ia coba mengajak para penikmat karyanya untuk sepakat bahwa ibu adalah sosok yang tidak dapat tergantikan.

Wanita yang kerap disapa Tere ini mempunyai cara unik dalam membingkaikan memori tentang sosok ibunya. Tere me-ngeblat baju-baju milik sang bunda menggunakan kertas karbon. Cetakan yang samar itu kadang ia bubuhi gambar burung, serigala, daun, maupun guratan yang menggambarkan kedekatan batiniah antara ibu dengan anak.

Tak hanya memori yang ia tuangkan. Lewat karyanya, wanita kelahiran Pasuruan, 5 Agustus 1981 ini juga ingin merefleksikan siklus kehidupan. Jika dulu Tere dimanja dan dibesarkan oleh sang ibunda, kini Tere pun harus melakukan hal yang sama terhadap putrinya, Blora. Jika suatu saat kelak Blora menyandang gelar “ibu”, ia pastinya juga akan melakukan yang sedemikian halnya.

Saat ditemui Soloevent di sela acara pembukaan pameran, Selasa (24/3/22015), Pemenang III Trienale Seni Grafis Indonesia IV Tahun 2012 ini menuturkan alasannya memilih tema tersebut. “Bagi saya, ibu adalah sosok yang kuat dan juga multitalenta. Ia bisa mendidik anak dengan baik dan dapat memberikan pengertian kepada anaknya,” jelasnya.

Media karbon yang Tere pilih, mendapat apresiasi dari seorang pengajar Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) Universitas Sebelas Maret (UNS), Putut H. Pramono. “Tere membuat sebuah lompatan, di mana rok, blues, menjadi medianya. Eksplorasi ini menjadi nafas baru di luar ranah seni grafis mainstream,” tutur Putut dalam sambutannya.

Pameran “Pada Tiap Rumah Hanya Ada Seorang Ibu”, akan berlangsung dari Rabu-Minggu (25-29/3/2015) di Bentara Budaya Balai Soedjatmoko, Solo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

More like this

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...