Sunday, May 31, 2026
HomeSeni dan BudayaSempat Terjadi Insiden Penutupan SIPA 2014 Tetap Digelar

Sempat Terjadi Insiden Penutupan SIPA 2014 Tetap Digelar

Published on

- Advertisement -spot_img

SEMPAT TERJADI INSIDEN PENUTUPAN SIPA 2014-post

Soloevent.id, SOLO – Walaupun pada sore hari rigging panggung roboh diterjang angin, yang mengakibatkan seorang personil Harmonia Orchestra terluka, tapi insiden itu dapat teratasi dan tidak terlalu berdampak pada acara penutupan sipa 2014, Sabtu (13/9/2014). Bahkan dari pengamatan Soloevent, pergelaran hari terakhir yang dihelat di Benteng Vastenburg tersebut mampu menyedot banyak pengunjung dibanding dua hari penyelenggaraan sebelumnya.

Empat penampil malam itu –Harmonia Orchestra batal tampil– menyuguhkan sajian yang menarik. Dua delegasi dari Benua Asia yaitu Korea Selatan dan Myanmar, mempertontonkan tarian tradisional mereka. Perwakilan Negeri Gingseng membawakan Pukchong Lion Dance Play, yang dipadukan dengan alat musik tradisional seperti Tung-So (sejenis seruling), tambur, dan Jing (gong). Sementara performer dari Tanah Emas menyuguhkan enam repertoar, termasuk di dalamnya sebuah puppet show.

Pukchong Lion Dance atau Tari Singa Pukchong merupakan tari tradisional dari Kota Pukchong, Korea Utara. Tarian ini terdiri dari delapan adegan yang menampilkan beberapa tokoh, antara lain Cocksae (pelayan), Sandang (penari wanita), Goh-sa (penari pria), dan seorang bungkuk, dan biarawan.

Kemudian masuklah dua singa cokelat berbulu lebat yang diperankan oleh empat pemain. Gerakan mereka sangat atraktif. Mereka merangkak, melompat, hingga bermesraan. Di akhir penampilan, seekor singa turun panggung, dan sempat mengerjai seorang penonton di baris VIP. Di negara asalnya, tari ini dipercaya dapat mengusir roh jahat, sekaligus menyelaraskan kehidupan masyarakat.

Sajian tak kalah menarik ditampilkan oleh Alinkarwutyee Music and Cultural Troupe dari Myanmar dalam penutupan sipa 2014. Dari enam repertoar, selalu dihiasi dengan kostum-kostum warna cerah,. Ada beberapa tarian yang digunakan untuk memberikan penghormatan terhadap simbol-simbol budaya seperti Gunung Poppa dan kota kuno Bagan.

Mereka juga menampilkan tarian yang diambil dari epos Ramayana –dalam bahasa setempat disebut Yamayana, berkisah tentang Datha-giri (Rahwana) yang hendak mempersunting Thida (Sinta) dengan sekuntum mawar. Namun malang bagi Datha-giri karena Thida menampik cintanya.

Selain performance dari delegasi luar negeri, penonton juga mendapatkan hiburan dari perwakilan Bandung (Sanggar Seni Hapsari). Mereka menampilkan Tari Kelangan yang menggambarkan tentang kesenangan semu manusia, hingga akhirnya mereka kelangan (baca: kehilangan) jati dirinya. Sekolah Musik Indonesia asal Solo menjadi penampil terakhir di event akbar SIPA 2014.
Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Desain, Media dan Iptek Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Hari Waluyo, mengatakan bahwa ke depannya, tidak mustahil SIPA dapat menjadi salah satu rujukan outdoor stage event. “Diharapkan SIPA mempunyai segi kuratorial dan manajerial yang lebih baik agar dapat menarik investor, yang nantinya dapat terintegrasi dengan pertunjukan di benua lain,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Bank Indonesia Solo Gelar ADIKARYA FEST 2026: Perkuat Sistem Digitalisasi dan UMKM di Solo Raya

Soloevent.id - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo kembali menggelar acara ADIKARYA FEST 2026 pada...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

More like this

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...