Monday, February 9, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMengenal Prosesi Panggih Dalam Pernikahan Khas Jawa

Mengenal Prosesi Panggih Dalam Pernikahan Khas Jawa

Published on

- Advertisement -spot_img

PROSESI-PANGGIH-01

 

Soloevent.id – Dalam tradisi pernikahan khas Jawa, saat resepsi ada prosesi-prosesi yang tak bisa ditinggalkan oleh sepasang pengantin. Apa itu? Simak artikel di bawah ini.

 

 

PANGGIH

Biasanya dilakukan selepas ijab kabul. Acara panggih inilah yang menjadi pusat perhatian dari acara resepsi. Panggih berarti pertemuan antara pengantin pria dan pengantin putri.

 

Sebelumnya menjumpai sang suami, pengantin putri keluar dari kamar rias dan didudukkan sendiri di krobongan atau pelaminan. Ketika acara panggih tiba, pengiring manten – biasanya ibu-ibu sepuh dan dituakan – membimbing pengantin putri untuk berdiri dan berjalan pelan menjemput pengantin putra yang telah tiba. Kedua mempelai berjalan pelan dan bertemu di satu titik dengan diiringi gamelan khusus biasanya tembang “Kodok Ngorek”.

 

 

 PASRAH PENGANTIN

Sebelum dua mempelai menjalani prosesi panggih, pihak rombongan pengantin laki-laki yang berada di tengah-depan akan memimpin pidato pasrah manten.  Saat pidato, di kanan dan kirinya ada yang berdiri seolah mengawal, sebutannya panyumbul.

 

Setelah pihak pria selesai, pihak perempuan juga berpidato. Sama dengan pihak besan, sambutan pidato pasrah manten juga dikawal dua laki-laki disamping kiri kanannya.

 

Acara panggih dimulai saat pidato selesai. Ketika itu pembawa acara mengumumkan agar para tamu untuk berdiri. Suasana panggih terasa khidmat dan sakral.  Pengantin putri dan putra membawa gantal (daun sirih yang digulung dengan benang lawe) di tangannya. Sambil berjalan mendekat, kedua mempelai saling melempar gantal ke badan mempelai. Setelah bertemu, pengantin perempuan mencuci kaki pengantin laki-laki sebagai simbol baktinya istri pada suaminya.

 

Kemudian pengantin laki-laki menginjak telur ayam sebagai simbol wiji dadi dan untuk melanjutkan keturunan dan generasi. Setelah itu kedua mempelai disatukan dengan kain slindur warna merah putih di pundak mereka. Ibunda pengantin perempuan mengiring mereka seolah sebagai pendorong dan tut wuri handayani bagi rumah tangga anaknya. Ia menuntu menuju pelaminan.

 

 

BOBOT TIMBANG

Ayah manten perempuan akan duduk di tengah pengantin dan bertanya pada istri, “Abot endi? [Berat yang mana?]” dan dijawab sang istri, “Abot kabeh” atau sama beratnya. Ini bermakna bahwa anak kandung dan anak mantu sama-sama disayang dan tidak dibedakan.

 

 

KACAR KUCUR

Pengantin perempuan akan menerima kaya atau penghasilan dari manten kakung dan akan diberikan pada ibunya. Dengan dowadadi semacam tikar anyaman daun pandan, pengantin pria menuangkan semua isinya berupa uang logam, beras kuning putih, kacang hijau, dan uang logam. Lalu isinya dibungkus kain dan diberikan pada ibu pengantin perempuan.

 

 

Penulis: Puitri Hati Ningsih

Foto: YouTube

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...

More like this

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...