Wednesday, May 27, 2026
HomeSeni dan BudayaMengenal Prosesi Panggih Dalam Pernikahan Khas Jawa

Mengenal Prosesi Panggih Dalam Pernikahan Khas Jawa

Published on

- Advertisement -spot_img

PROSESI-PANGGIH-01

 

Soloevent.id – Dalam tradisi pernikahan khas Jawa, saat resepsi ada prosesi-prosesi yang tak bisa ditinggalkan oleh sepasang pengantin. Apa itu? Simak artikel di bawah ini.

 

 

PANGGIH

Biasanya dilakukan selepas ijab kabul. Acara panggih inilah yang menjadi pusat perhatian dari acara resepsi. Panggih berarti pertemuan antara pengantin pria dan pengantin putri.

 

Sebelumnya menjumpai sang suami, pengantin putri keluar dari kamar rias dan didudukkan sendiri di krobongan atau pelaminan. Ketika acara panggih tiba, pengiring manten – biasanya ibu-ibu sepuh dan dituakan – membimbing pengantin putri untuk berdiri dan berjalan pelan menjemput pengantin putra yang telah tiba. Kedua mempelai berjalan pelan dan bertemu di satu titik dengan diiringi gamelan khusus biasanya tembang “Kodok Ngorek”.

 

 

 PASRAH PENGANTIN

Sebelum dua mempelai menjalani prosesi panggih, pihak rombongan pengantin laki-laki yang berada di tengah-depan akan memimpin pidato pasrah manten.  Saat pidato, di kanan dan kirinya ada yang berdiri seolah mengawal, sebutannya panyumbul.

 

Setelah pihak pria selesai, pihak perempuan juga berpidato. Sama dengan pihak besan, sambutan pidato pasrah manten juga dikawal dua laki-laki disamping kiri kanannya.

 

Acara panggih dimulai saat pidato selesai. Ketika itu pembawa acara mengumumkan agar para tamu untuk berdiri. Suasana panggih terasa khidmat dan sakral.  Pengantin putri dan putra membawa gantal (daun sirih yang digulung dengan benang lawe) di tangannya. Sambil berjalan mendekat, kedua mempelai saling melempar gantal ke badan mempelai. Setelah bertemu, pengantin perempuan mencuci kaki pengantin laki-laki sebagai simbol baktinya istri pada suaminya.

 

Kemudian pengantin laki-laki menginjak telur ayam sebagai simbol wiji dadi dan untuk melanjutkan keturunan dan generasi. Setelah itu kedua mempelai disatukan dengan kain slindur warna merah putih di pundak mereka. Ibunda pengantin perempuan mengiring mereka seolah sebagai pendorong dan tut wuri handayani bagi rumah tangga anaknya. Ia menuntu menuju pelaminan.

 

 

BOBOT TIMBANG

Ayah manten perempuan akan duduk di tengah pengantin dan bertanya pada istri, “Abot endi? [Berat yang mana?]” dan dijawab sang istri, “Abot kabeh” atau sama beratnya. Ini bermakna bahwa anak kandung dan anak mantu sama-sama disayang dan tidak dibedakan.

 

 

KACAR KUCUR

Pengantin perempuan akan menerima kaya atau penghasilan dari manten kakung dan akan diberikan pada ibunya. Dengan dowadadi semacam tikar anyaman daun pandan, pengantin pria menuangkan semua isinya berupa uang logam, beras kuning putih, kacang hijau, dan uang logam. Lalu isinya dibungkus kain dan diberikan pada ibu pengantin perempuan.

 

 

Penulis: Puitri Hati Ningsih

Foto: YouTube

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Bank Indonesia Solo Gelar ADIKARYA FEST 2026: Perkuat Sistem Digitalisasi dan UMKM di Solo Raya

Soloevent.id - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo kembali menggelar acara ADIKARYA FEST 2026 pada...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

More like this

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...