Friday, February 20, 2026
spot_img
HomeSeni dan Budaya24 Jam Menari "Pesona Solo Kemilau" Sampaikan Visi Misi Kota Solo Sebagai...

24 Jam Menari “Pesona Solo Kemilau” Sampaikan Visi Misi Kota Solo Sebagai Kota Budaya

Published on

- Advertisement -spot_img

24 JAM MENARI SAMPAIKAN VISI MISI KOTA SOLO SEBAGAI KOTA BUDAYA

Soloevent.id – Sebagai puncak perayaan Hari Tari Dunia 2016 Kota Solo, “Pesona Solo Kemilau” diangkat sebagai tema pertunjukan Solo Menari 2016. Acara yang dihelat di Jalan Jenderal Sudirman Solo, Jumat (29/4) tersebut dimulai sejak pukul 16.00 hingga menjelang maghrib.

Ribuan penonton padati lokasi sebelum 1.645 penari menunjukkan aksinya. Alunan gamelan mulai terdengar dari panggung pangrawit yang berada di sisi timur Kantor Pos Solo. Pengrawit berbusana hitam lurik bercaping diiringi dengan alunan nyanyian dari Sahita yang waktu itu memakai kebaya berwarna pelangi.

Para penari membagi kelompok menjadi 2, dari arah sisi selatan dan utara jalan. Mengawal di barisan paling depan, di kedua sisi ada anak-anak berkaus hitam, dengan ikat kepala dan ban pinggang merah-hitam, tanpa alas kaki.

Di setiap sesinya, terdapat narasi yang menggambarkan makna dari setiap tarian yang disuguhkan. Di sesi pertama para penari menceritakan tentang keramahan warga Solo. Sesi kedua tentang kebersamaan warga solo. Sesi ketiga menerangkan tentang keindahan, keceriaan dan kegembiraan. Sesi keempat tentang toleransi keragaman budaya. Terakhir, narasi dibawakan oleh Walikota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo  dan Wakil Walikota Surakarta, Achmad Purnomo yang berisi tentang semangat gotong royong dan semangat kerja.

Memakai busana lurik, Wakil Walikota Surakarta, Achamd Purnomo menyampaikan bahwa lurik merupakan wujud untuk selalu mengagungkan Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, lurik merupakan kepanjangan dari lurus dan ikhlas. Yang berarti lurus dalam pengabdian dan ikhlas dalam pelayanan.

“Lurik motifnya  seperti pagar. Bahwa hati tubuh dan jiwa selalu ada pagar atau terbatasi. Maka lurik dipakai untuk baju. Diri kita terbatas dengan etika, kemampuan dan yang jelas manusia ada keterbatasan. Sadar akan diri wajib untuk mengoptimalkan keesaan Tuhan,”terangnya.

Sementara itu, Walikota Surakarta, F.X Hadi Rudyatmo menuturkan kegiatan yang dilakukan oleh kota Solo yang diindakasikan dengan tari ini merupakan budaya untuk  bekerja dengan seluruh tenaga dibarengi dengan ketulusan dan keikhlasan.

“Budaya berasal dari budi dan daya atau sikap dan perilaku. 24 jam menari merupakan simbol gerakan yang keluar dari hati yang paling dalam. Menari tanpa rasa tidak akan menghasilkan yang baik. Disini  juga mengeluarkan visi dan misi Solo sebagai kota budaya. Solo sebagai kota yang sejahtera, mandiri dan kerjasama. Itulah impian kita,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Symphony Ramadhan di Mercure Solo: Nikmati Harmoni Menu Dunia di Jantung Kota

Soloevent.id - Bulan Ramadhan identik dengan momen berbuka puasa bersama keluarga, rekan dan komunitas....

More like this

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Kegiatan Bersih-Bersih Menyambut Tahun Baru Imlek di Mangkunegaran

Surakarta,   14 Februari 2026. Mangkunegaran bersama komunitas Tionghoa di Surakarta mengadakan kegiatan Bersih-Bersih Mangkunegaran...