Saturday, July 18, 2026
HomeSeni dan BudayaSasar Anak Muda, Festival Jenang Solo 2016 Bikin Jenang Kreasi

Sasar Anak Muda, Festival Jenang Solo 2016 Bikin Jenang Kreasi

Published on

- Advertisement -spot_img

SASAR ANAK MUDA, FESTIVAL JENANG SOLO 2016 BIKIN JENANG KREASI__

Pernah mencicipi jenang sambel bledek? Atau jenang pelangi Nusantara? Hhhmm, sepertinya nama-nama itu masih asing di telinga, ya? Dua jenang itu adalah jenang kreasi baru yang disuguhkan di puncak acara Festival Jenang Solo 2016, yang digelar di koridor Ngarsopuro, Rabu (17/2/2016).

Nama yang pertama disebutkan dibuat oleh ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Semanggi. Dari namanya sepertinya sudah bisa dibayangkan bagaimana “horornya” jenang tersebut. Yap, kuliner itu memang dibikin buat penggemar makanan pedas.

Jenang sambel bledek adalah variasi baru dari jenang sumsum. Jika biasanya bubur sumsum diguyur kuah gula merah, di jenang sambel bledek kuahnya diganti dengan kuah sambal goreng yang berbahan tauco. Cara penyajiannya pun beda. Di atas bubur sumsum diberi taburan ikan tuna, udang, dan cakue.

Salah satu anggota PKK Kelurahan Semanggi, Hendra Sugandi, mengatakan, kuah jenang sambel bledek menggunakan lombok rawit sebanyak setengah kilo. “Ini kami bikin khusus untuk Festival Jenang Solo 2016. Kami terinspirasi dari aneka sambal yang muncul akhir-akhir ini, seperti sambal mercon, sambal halilintar, dan lainnya,” kata dia sewaktu ditemui Soloevent.

Ibu-ibu PKK Kelurahan Purwodiningratan juga melakukan kreasi terhadap bubur sumsum. Jenang pelangi Nusantara namanya. Penganan ini dibuat warna-warni. Lapisan bawah berwarna putih, sementara lapisan-lapisan di atasnya berwarna hijau, kunik, dan merah muda.

Menurut anggota PKK Kelurahan Purwodingratan, Marsiwi, bahan jenang pelangi Nusantara sama seperti bubur sumsum pada biasanya, yaitu tepung beras. Agar berwarna, jenang sumsum diberi pewarna makanan. “Jenang pelangi Nusantara adalah kado kami untuk Kota Solo yang sedang berulangtahun ke-271,” jelasnya.

Selain menyuguhkan jenang tradisional, panitia Festival Jenang Solo 2016 mewajibkan para peserta  untuk menampilkan jenang kreasi baru.  “Kami membangun konsep kreasi supaya jenang terlihat kekinian, sehingga mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat, terutama anak muda,” urai Dewan Pembina Yayasan Jenang Indonesia, Slamet Raharjo.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Surakusuma: Memaknai Bulan Sura Melalui Tiga Laku Waktu

Dalam menyambut Bulan Sura, Mangkunegaran menghadirkan Surakusuma, sebuah instalasi yang mengajak masyarakat memaknai pergantian...

Keroncong Majestic! Solo Keroncong Festival 2026 Siap Digelar di Alun-Alun Utara

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 sebagai event budaya tahunan yang mengukuhkan Kota...

Pitoelas : Pitulungan lan Welas! Kemegahan Solo Batik Carnival ke-17 Mengguncang Solo

Soloevent.id - Kota Solo kembali menggelar acara Solo Batik Carnival (SBC) pada Sabtu (11/7/2026)....

More like this

Surakusuma: Memaknai Bulan Sura Melalui Tiga Laku Waktu

Dalam menyambut Bulan Sura, Mangkunegaran menghadirkan Surakusuma, sebuah instalasi yang mengajak masyarakat memaknai pergantian...

Keroncong Majestic! Solo Keroncong Festival 2026 Siap Digelar di Alun-Alun Utara

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 sebagai event budaya tahunan yang mengukuhkan Kota...

Pitoelas : Pitulungan lan Welas! Kemegahan Solo Batik Carnival ke-17 Mengguncang Solo

Soloevent.id - Kota Solo kembali menggelar acara Solo Batik Carnival (SBC) pada Sabtu (11/7/2026)....