Soloevent.id – Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 sebagai event budaya tahunan yang mengukuhkan Kota Solo sebagai pusat perkembangan musik Keroncong di Indonesia. Mengusung tema “Keroncong Pusaka Nusantara” dengan konsep “Keroncong Majestic” serta tagline “Memayu Hayuning Keroncong”, festival ini menghadirkan perpaduan antara nilai tradisi dan kreativitas modern dalam satu panggung budaya. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009, SKF konsisten menjadi ajang pelestarian sekaligus pengembangan musik keroncong.
Pada tahun 2026, festival ini kembali hadir sebagai ruang ekspresi, edukasi dan diplomasi budaya yang mendorong keroncong tetap relevan di tengah perkembangan zaman serta berkontribusi pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tema “Keroncong Pusaka Nusantara” memaknai keroncong yang menjadi perisai identitas budaya bangsa dari gempuran arus globalisasi, sekaligus memberikan wibawa dan kebanggan bagi masyarakat. Keroncong diharapkan sebagai pusaka hidup yang sakral namun adaptif, dijaga dan diwariskan lintas generasi, serta dikemas kembali agar relevan dengan zaman. Melalui konsep “Keroncong Majestik”, festival ini merepresentasikan kemegahan budaya keraton yang berpadu dengan kreativitas masa kini.
Sebelum puncak acara, SKF 2026 telah dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan pra-kegiatan menarik seperti Road to SKF #1 di Pasar Gedhe Solo, Lomba Menyanyi Keroncong di RRI Solo dan Road to SKF #2 di Koridor Gatot Subroto Solo.
Sebelumnya juga sudah digelar perscon yang menghadirkan beberapa narasumber acara SKF 2026 yaitu Didiet Raykapoor (Creative Director SKF 2026), Maretha Dinar Cahyono (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta), Bambang Condro (Pengurus Komunitas Artis Musik Keroncong Indonesia atau KAMKI) dan Duo Wening Jepank. Salah satu penampil Solo Keroncong Festival 2026 Duo Wening Jepank (Wening Damayanti dan Mr. Jepank Van Sambeng) akan tampil pada hari kedua.

Salah satu musisi Duo wening Jepank, Wening Damayanti mengatakan, “Kami akan membawakan tiga lagu di panggung SKF 2026. Dua lagu milik kami dan satu lagu kebanggaan Kota Solo lagu Ki Anom Suroto dengan ala kami. Jadi tiga lagu tersebut ada keunikannya tersendiri yang menjadi pembeda. Kami ingin musik keroncong bisa dinikmati dan disukai terutama anak-anak muda zaman sekarang,” ujarnya saat perscon SKF 2026 di Ruang Rapat Gedung Graha Wisata Niaga Solo, Senin siang (13/7/2026).
Puncak acara Solo Keroncong Festival akan diselenggarakan pada tanggal 18-19 Juli 2026 bertempat di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. SKF 2026 akan menghadirkan berbagai musisi dan seniman keroncong dari dalam maupun luar negeri seperti Tuti Maryati, Iga Mawarni, Hendri Lamiri, kelompok keroncong dari Malaysia hingga partisipasi komunitas dan orkestra dari berbagai daerah turut memperkaya keberagaman musikal dalam festival ini.
Solo Keroncong Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan musik, tetapi juga sebagai upaya berkelanjutan dalam menjaga eksistensi keroncong sebagai identitas budaya bangsa yang membanggakan dan berdaya saing global.




