Sunday, June 14, 2026
HomeSeni dan BudayaRelief Candi Sukuh Dan Aksara Jawa Disuguhkan Bo Sang Umbrella Festival

Relief Candi Sukuh Dan Aksara Jawa Disuguhkan Bo Sang Umbrella Festival

Published on

- Advertisement -spot_img

RELIEF CANDI SUKUH DAN AKSARA JAWA DISUGUHKAN DALAM KARYA DI THAILAND

Kerjasama antara Indonesia dan Thailand dalam mengadakan festival payung sudah terjalin dengan baik tahun lalu. Thailand ikut berpartisipasi dalam Festival Payung Indonesia 2015. Kali ini tim Festival Payung Indonesia (FPI) akan bertolak ke Thailand guna berpartisipasi dalam Bo Sang Umbrella Festival pada 15-17 Januari 2016.

Dari Thailand FPI banyak mengambil pelajaran perihal payung dan eksistensinya di negara tersebut. Komunikasi pun terus berjalan antar FPI dan Kementrian Kebudayaan Thailand yang bersedia menjadi penghubung dengan Chiang Mai Cultural Council yang telah sukses menggelar Bo Sang Umbrella festival selama 33 tahun.

Pada kunjungan kali ini, Festival Payung Indonesia akan membawa gagasan sister festival. Sister festival adalah festival bersaudara antara Festival Payung Indonesia dan Bo Sang Umbrella Festival. Gagasan tersebut terbersit karena Indonesia termasuk bangsa yang serumpun dengan Thailand di kawasan ASEAN. Kesenian dan budaya yang mempunyai banyak kemiripan membuat para tim melakukan observasi, bertukar ide dan pengalaman serta meningkatkan dialog kebuadayaan Indonesia-Thailand.

Festival Payung Indonesia akan menyuguhkan pentas tari payung dengan tema “mantra payung” yang bermakna karya doa disetiap gerakan payung tersebut. Ada juga demo lukisan payung dengan motif relief candi sukuh. Yang mana dipercaya bahwa relief candi sukuh ini sangat menginspirasi untuk menghasilkan sebuah karya lukisan. Selain motif relief candi sukuh, diangkat pula motif aksara jawa. Thailand mempunyai aksara yang dianggap sangat luar biasa. Maka dari itu tim Festival Payung Indonesia ingin menunjukkan bahwa Indonesia pun juga memiliki aksara yang bisa menjadi sebuah inspirasi karya.

“Kita harapkan terbentuk kerjasama yang bagus dan wisatawan Thailand banyak yang datang (ke Festival Payung Indonesia) nanti. Akan terjadi semacam kerja sama masalah bagaimana membangun pengrajin-pengrajin desa payung yang tangguh. Biar desa payung di Indonesia juga semakin bagus dari segi ekonomi maupun pariwisata,”ungkap Heru Prasetyo selaku Direktur Program Festival Payung Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...