Saturday, August 29, 2026
HomePameranKarya “Tak Bermakna” Bikinan Mahasiswa FKIP UNS

Karya “Tak Bermakna” Bikinan Mahasiswa FKIP UNS

Published on

- Advertisement -spot_img

KARYA TAK BERMAKNA BIKINAN MAHASISWA FKIP UNS

Aneh nggak sih pameran desain di lobby kampus? Mahasiswa FKIP Seni Rupa angkatan 2015 bikin pameran di Lobby Gedung E FKIP UNS pada tanggal 21-23 Desember 2015. Mengusung nama Pameran Nirmana, 63 mahasiswa ini memperlihatkan masing-masing 2 karya terbaik mereka dalam pameran tersebut.

Acara rutin tahunan ini adalah  tugas mata kuliah yaitu Nirmana.  Mahasiswa diwajibkan mengadakan pameran karya di semester awal yaitu  Dwimatra. Pameran ini juga untuk memperkenalkan pengaplikasian dwimatra dalam berbagai media.

Nirmana berasal dari kata “nir” yang berarti tidak ada dan “mana” yang berarti arti. Jadi nirmana bermakna tidak ada arti, tapi itu cuma konsep sebuah design. Nirmana adalah media untuk memahami prinsip dasar desain. Nirmana menjadi mata kuliah dasar pada setiap jurusan yang berhubungan dengan desain. Ada  juga pengaplikasian nirmana di baju, kaos, body painting dan lain-lain.

Pameran kali ini mengambil tema “Venomenart” yang diambil dari dua kata. Venom yang berarti racun. Racun dalam konteks ini merupakan hal yang seringkali masuk kedalam tubuh manusia tanpa disadari. Lalu Venomena juga dapat dilafalkan seperti kata Fenomena yang berarti sebuah kejadian. Kemudian Art yang berarti seni. Apabila digabungkan Venomenart memiliki makna sebuah kejadian masuknya seni kedalam jiwa manusia tanpa disadari. Seperti halnya prinsip dasar desain yang berada disekeliling kita yang jarang kita sadari.

Tidak hanya mahasiswa UNS, Pameran Nirmana ini juga didatangi oleh Mahasiswa ITB dan ISI. Dengan digelarnya pameran ini, diharapkan karya seni dapat menjadi embrio industry kreatif yang harus disadarkan sejak dini bagi calon enterpreuner dan guru, “Kita ingin menyadarkan masyarakat, Nirmana ada disekitar mereka tanpa mereka sadari. Harapannya kita bisa menularkan pada masyarakat bahwa  ini lho konsep design yang harus dipilih. Misalnya, sebelum kita milih baju. Jadi kita bisa mempengaruhi mereka dengan konsep design baju yang bagus,” ucap Yoga selaku Ketua Panitia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

Eksplorasi Peran Perempuan Keraton: Retno Sulistyorini Pentaskan KEPUTREN di TBJT

Soloevent.id - Retno Sulistyorini sukses menampilkan karya terbarunya yang berjudul KEPUTREN di Teater Arena...

Ketika Seni Turun ke Jalan : Pre-Event 2 SIPA 2026 Guncang Koridor Gatsu

Surakarta, 22 Agustus 2026 — Menjelang gelaran utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2026,...

More like this

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

K-Pop & J-Fest Jadi Satu di SEOKYO FEST 2026 Garapan Anak HI Unisri

Soloevent.id - Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMHI) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo sukses menggelar...