Friday, February 20, 2026
spot_img
HomeMusikSepuluh Lagu Emosional Dibawakakan Merah Bercerita

Sepuluh Lagu Emosional Dibawakakan Merah Bercerita

Published on

- Advertisement -spot_img

SEPULUH LAGU EMOSIONAL DIBAWAKAKAN MERAH BERCERITA

22.05 WIB, raungan gitar berefek delay memenuhi ruangan Gedung Innovation Store Universitas Sebelas Maret (UNS). Empat orang laki-laki dengan tubuh dipenuhi body painting berada di panggung, diterangi lampu sorot merah remang-remang. Sebuah nomor instrumental, mereka mainkan.

Tanpa banyak cakap kepada penonton, sang vokalis kemudian menyanyikan lirik “Menari-nari di dalam lingkaran manipulasi. Ikuti rotasi dunia yang maha fiksi”. Yap, lagu berjudul “Ilusi” tersebut menjadi sajian pembuka launching album perdana band asal Kota Solo, Merah Bercerita. Mereka melanjutkan repertoarnya malam itu dengan “Negeriku Semakin Horor”.

Rabu (26/8/2015) malam itu, menjadi hari yang membahagiakan bagi Merah Bercerita. Album yang dikerjakan sejak 2014 lalu, akhirnya resmi beredar di pasaran. Vokalis dan gitaris Merah Bercerita, Fajar Merah, mendedikasikan album self titled itu kepada para penggemar, sekaligus pembencinya.

“Senang sekali akhirnya setelah bertahun-tahun jatuh bangun, kami bisa launching album. Album ini kami dedikasikan kepada para pendukung dan orang-orang yang menjatuhkan kami. Kepada yang mencintai dan yang membenci kami. Dengan adanya kalian, energi positif bisa selalu kami tambah,” kata putra bungsu Widji Thukul itu, sebelum memainkan “Bom Waktu”.

Sepuluh lagu dibawakan oleh grup beraliran rock-pop-blues itu. Seluruh setlist yang ditampilkan merupakan lagu-lagu yang berada di album perdana Merah Bercerita. Empat dari sepuluh lagu itu adalah hasil musikalisasi puisi yang ditulis oleh Widji Thukul.

Band yang dimotori Fajar Merah, Gandhi Asta (gitar), Yanuar Arifin (bas), dan Lintang Bumi (drum) ini, menutup acara secara klimaks lewat nomor “Derita Sudah Naik Seleher”. Aksi teatrikal dihadirkan untuk memperkuat suasana lagu yang penuh kegeraman tersebut. Anak pertama Widji Thukul, Fitri Nganthi Wani, turut ambil bagian di nomor emosional itu. Ia membacakan puisinya “Dalam Keabadian, Kebenaran Membatu”.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Symphony Ramadhan di Mercure Solo: Nikmati Harmoni Menu Dunia di Jantung Kota

Soloevent.id - Bulan Ramadhan identik dengan momen berbuka puasa bersama keluarga, rekan dan komunitas....

More like this

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...

Float hingga Efek Rumah Kaca Ramaikan Solo City Jazz ke-13 di Pamedan Pura Mangkunegaran

Soloevent.id - Solo City Jazz ke-13 kembali digelar pada 27 September 2025 dengan menghadirkan...

Solo City Jazz 2025 Hadirkan Musisi Local Pride Solo

Soloevent.id - Kota Solo tidak pernah sepi event seru setiap bulannya. Sabtu (27/9/2025) terdapat...