Thursday, May 28, 2026
HomeSeni dan BudayaBegini Curhatan Seorang Penari Solo 24 Jam Menari

Begini Curhatan Seorang Penari Solo 24 Jam Menari

Published on

- Advertisement -spot_img

BEGINI CURHATAN SEORANG PENARI SOLO 24 JAM MENARI

 

Salah satu keunikan Solo 24 Jam Menari adalah adanya penari yang menari selama 24 jam non stop. Di gelaran 2015 ini, ada empat penari yang melakukannya. Mereka adalah Anggono Kusumo (Solo), Stefanus Adi Prastiwa (Lubuk Linggau), Alfianto (Bandung), dan Abdurachem Jati (DKI Jakarta).

Tubuh keempatnya harus tetap bergerak sepanjang hari, bahkan saat istirahat sekalipun. Saat Soloevent menemui Anggono Kusumo, ia sedang rehat di backstage. Ketika Soloevent temui, pria berambut keriting ini telah 5 jam menari. Ia sedang rehat dari pentas.

Walaupun berada di balik panggung, Anggono tetap meliukkan tubuhnya meskipun dengan intensitas gerak rendah. Soloevent kemudian menanyakan adakah persiapan khusus yang dilakukannya demi memeriahkan Solo 24 Jam Menari. “Secara khusus nggak ada. Setiap hari saya udah gerak, soalnya setiap minggu saya ngajar tari. Kalau lebihnya sih paling lari-lari kecil sama latihan nafas,” jelasnya saat ditemui di Pendapa Ageng ISI Surakarta, Rabu (29/4/2015).

Yang mendasari dirinya untuk menari 24 jam adalah tantangan. Ia ingin menguji dirinya sendiri. “Saya sudah belajar tari sejak kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Kali ini saya kepingin melatih ketahanan fisik saya,” ucap dia.

Anggono menjelaskan tantangan terbesarnya dalam menjalani proses menari 24 jam adalah rasa kantuk. “Tadi sekitar jam 09.00-10.00, saya sempat rebahan sebentar. Walaupun rebahan, tapi tetap nari.” “Untungnya saya didampingi tim. Jadi kalau saya ngantuk, saya minta anter ke kamar mandi buat cuci muka,” tambahnya.

 

ANGGONO KUSUMO_
Anggono Kusumo

 

Nah, yang “menggelikan” adalah saat penari 24 jam itu hendak buang air. Anggono harus tetap melakukannya dalam keadaan menari. “Kalau nggak nari bisa didiskualifikasi lah,” tuturnya sembari terkekeh.

Demi menunjang performanya, Anggono mempunyai resep khusus. “Tadi saya makan telur kampung 1 biji. Madu juga tidak boleh kelupaan,” bebernya. Fisik terbaik harus disiapkan oleh dia. Pasalnya selain mengiringi para performer Solo 24 Jam Menari, dia juga mementaskan delapan repertoar tari garapannya. “Pentas tari yang saya mainkan di acara ini merupakan hasil pencarian saya,” terangnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Bank Indonesia Solo Gelar ADIKARYA FEST 2026: Perkuat Sistem Digitalisasi dan UMKM di Solo Raya

Soloevent.id - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo kembali menggelar acara ADIKARYA FEST 2026 pada...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

More like this

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...